Ikuti Kami
kabarmalam.com

Revolusi Pangan Haji 2026: BRIN Siapkan Teknologi Makanan Tanpa Api yang Canggih dan Higienis

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 22 Apr 2026 00:05 WIB
Revolusi Pangan Haji 2026: BRIN Siapkan Teknologi Makanan Tanpa Api yang Canggih dan Higienis

Kabarmalam.com — Menjelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, terobosan besar di sektor konsumsi tengah dipersiapkan untuk memanjakan para tamu Allah dari Indonesia. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi memperkenalkan inovasi teknologi pangan siap saji yang dirancang khusus untuk menghadapi tantangan logistik yang kerap terjadi di tanah suci.

Dalam sebuah rapat koordinasi terbatas yang membahas kesiapan pemenuhan pangan masa depan, Kepala BRIN, Arif Satria, memaparkan bahwa pihaknya telah mengembangkan berbagai format kemasan makanan revolusioner. Inovasi ini mencakup model pangan kaleng yang ergonomis, pengemasan fleksibel untuk hidangan berkuah seperti daging, hingga teknologi yang paling dinantikan: sistem pemanas makanan instan tanpa menggunakan api.

Solusi Praktis di Tengah Padatnya Ritual Armuzna

Salah satu poin krusial dari inovasi ini adalah kemudahan penyajiannya yang luar biasa. Arif menjelaskan bahwa makanan siap saji ini tidak lagi memerlukan kompor, listrik, ataupun pemanas air konvensional. Hanya dengan menuangkan sedikit air dingin ke dalam kemasan khusus, sebuah reaksi kimia aman dari material alami seperti zeolit dan kapur akan menghasilkan panas yang cukup untuk menghangatkan hidangan dalam hitungan menit.

Baca Juga  Bukan Sekadar Hobi, Bamsoet Sebut Komunitas Jeep PERIKHSA 4x4 Sebagai Pilar Ketahanan Bangsa

“Teknologi ini telah melalui serangkaian uji keamanan pangan yang sangat ketat. Kehadirannya akan sangat membantu jemaah, terutama saat berada di fase krusial seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Di lokasi tersebut, jemaah kini bisa menikmati sajian hangat dengan cepat namun tetap terjaga cita rasanya,” ungkap Arif dalam keterangan tertulisnya.

Kepala BRIN tersebut juga memastikan bahwa dirinya telah mencoba langsung hasil riset ini dan merasa puas dengan kualitas rasa yang dihasilkan. Ia menekankan bahwa prioritas utama riset ini adalah food safety dan ketahanan pangan, memastikan tidak ada kandungan zat berbahaya yang masuk ke tubuh jemaah.

Dukungan Pemerintah dan Jaminan Ketersediaan Stok

Langkah inovatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Pria yang akrab disapa Zulhas ini menilai dukungan teknologi pengemasan dari BRIN akan membuat layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia menjadi jauh lebih efisien, aman, dan berkualitas tinggi sebelum memasuki tahap distribusi.

Baca Juga  Menanti Sinyal Teheran: Nasib Perundingan Damai AS-Iran di Pakistan Berada di Ujung Tanduk

Kendati demikian, Zulhas memberikan catatan penting mengenai aturan distribusi di mancanegara. Ia menegaskan bahwa produk pangan inovatif ini diperuntukkan khusus bagi konsumsi internal jemaah Indonesia dan bukan untuk diperdagangkan secara luas di pasar Arab Saudi. “Selama untuk kebutuhan jemaah kita sendiri dan sudah memenuhi standar halal serta izin BPOM, maka produk ini bisa langsung dikirim tanpa kendala,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Menko Pangan juga memberikan angin segar terkait isu ketahanan pangan haji di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Beliau menjamin bahwa pasokan pangan bagi jemaah Indonesia berada dalam kondisi yang sangat aman dan mencukupi untuk setiap waktu makan, sehingga jemaah tidak perlu merasa khawatir selama menjalankan ibadah di tanah suci.

Baca Juga  Krisis Selat Hormuz: 20.000 Pelaut dan 1.500 Kapal Terjebak di Tengah Ketegangan Iran-AS
Tentang Penulis
Husnul
Husnul