Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada! Riset Ungkap Kandungan Mikroplastik Tinggi dalam Sayur dan Buah Konsumsi Harian

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 19 Apr 2026 19:05 WIB
Waspada! Riset Ungkap Kandungan Mikroplastik Tinggi dalam Sayur dan Buah Konsumsi Harian

Kabarmalam.com — Ancaman polusi plastik kini tidak lagi sekadar menjadi isu lingkungan di samudera luas, melainkan telah merambah ke dalam piring makan kita sehari-hari. Sebuah temuan mengejutkan dari berbagai riset global mengungkapkan bahwa partikel mikroplastik telah mengontaminasi bahan pangan yang selama ini dianggap menyehatkan, mulai dari sumber protein hingga buah dan sayuran segar.

Berdasarkan studi yang dirilis dalam jurnal Environmental Research pada Februari 2024, para ilmuwan menemukan fakta yang mengkhawatirkan. Partikel plastik berukuran mikroskopis yang tak kasat mata ini ternyata mampu menyusup ke dalam tubuh manusia tanpa disadari, baik melalui asupan makanan maupun udara yang kita hirup setiap saat.

Hampir Semua Sumber Protein Terpapar

Dalam penelitian tersebut, tim ahli melakukan analisis mendalam terhadap lebih dari 12 jenis sumber protein yang umum dikonsumsi masyarakat. Cakupannya sangat luas, mulai dari daging sapi, ayam, babi, hingga berbagai jenis makanan laut (seafood). Tak berhenti di situ, produk olahan seperti nugget dan udang tepung, hingga alternatif protein nabati bagi kaum vegetarian pun tak luput dari pemeriksaan.

Baca Juga  Bukan Sekadar Lauk Murah, Riset Buktikan Tempe Adalah 'Superfood' Pelindung Otak dari Alzheimer

Hasilnya cukup untuk membuat siapa pun tercengang: hampir 90 persen dari seluruh sampel protein yang diuji positif mengandung mikroplastik. Hal ini mengindikasikan bahwa rantai makanan kita sudah terkontaminasi secara sistemik oleh limbah plastik yang terdegradasi di lingkungan.

Ancaman Tersembunyi di Balik Segarnya Sayur dan Buah

Jika Anda berpikir beralih ke pola makan nabati adalah solusi aman, data penelitian lain justru memberikan peringatan keras. Mengutip laporan dalam jurnal Environmental Science, ditemukan adanya sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer pada berbagai jenis buah dan sayur yang sering kita jumpai di pasar atau supermarket.

Beberapa komoditas pangan memiliki tingkat kontaminasi yang sangat tinggi. Apel dan wortel menempati urutan teratas sebagai bahan pangan dengan kandungan mikroplastik paling masif, yakni melebihi 100.000 partikel per gram. Riset dari Universitas Catania juga memperkuat data ini dengan merinci angka rata-rata kontaminasi sebagai berikut:

  • Apel: Mencapai rata-rata sekitar 195.500 partikel plastik per gram.
  • Pir: Terdeteksi sekitar 189.500 partikel plastik per gram.
  • Wortel dan Brokoli: Menjadi sayuran dengan tingkat kontaminasi tertinggi, yakni lebih dari 100.000 partikel per gram.
Baca Juga  Perjuangan Jeje Adriel Melawan Kanker Limfoma Hodgkin di Usia 25 Tahun: Waspadai Gejala Tak Kasat Mata

Uniknya, para peneliti menemukan pola distribusi yang berbeda pada tiap jenis tanaman. Partikel mikroplastik terkecil cenderung mengumpul pada wortel, sementara potongan plastik dengan ukuran yang sedikit lebih besar terdeteksi pada selada.

Bagaimana Plastik Bisa Masuk ke Dalam Tanaman?

Muncul pertanyaan besar mengenai bagaimana material anorganik ini bisa berada di dalam jaringan tanaman yang tumbuh alami. Penelitian sebelumnya mengungkap mekanisme yang cukup mengkhawatirkan: mikroplastik mampu menembus sistem perakaran tanaman seperti selada dan gandum. Bahkan, partikel yang lebih kecil lagi—disebut nanoplastik—dapat diserap langsung oleh akar dan dialirkan ke seluruh bagian tanaman melalui sistem vaskular.

Artinya, kontaminasi ini terjadi sejak tanaman masih berada di lahan pertanian, baik melalui tanah yang tercemar maupun air irigasi yang sudah mengandung limbah plastik. “Saat kita menikmati segigit apel yang segar, kemungkinan besar kita juga secara tidak langsung mengonsumsi partikel plastik tersebut,” ungkap peneliti Sion Chan menekankan risiko nyata pada kesehatan manusia.

Baca Juga  Libur Imlek 2026 Berdekatan Ramadan, Menpar Widiyanti Ungkap Peluang Emas Ini!

Fenomena ini menambah urgensi bagi masyarakat global untuk lebih peduli terhadap isu pencemaran lingkungan. Bahaya mikroplastik kini bukan lagi sekadar prediksi masa depan, melainkan realitas medis yang sudah masuk ke dalam sistem pencernaan manusia melalui asupan nutrisi harian kita.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid