Ikuti Kami
kabarmalam.com

Drama Pembacokan Kades di Lumajang: Polisi Ringkus 10 Pelaku, Motif Masih Didalami

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 17 Apr 2026 15:34 WIB
Drama Pembacokan Kades di Lumajang: Polisi Ringkus 10 Pelaku, Motif Masih Didalami

Kabarmalam.com — Aksi brutal yang menimpa seorang Kepala Desa di Lumajang akhirnya mulai menemui titik terang. Aparat kepolisian bergerak cepat dengan meringkus sepuluh orang yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengeroyokan serta pembacokan terhadap sang pejabat desa tersebut. Peristiwa yang sempat menggemparkan warga ini kini berada dalam penanganan intensif pihak berwajib.

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, mengonfirmasi bahwa timnya telah mengamankan sepuluh individu yang bertanggung jawab atas kasus penganiayaan berat ini. Adapun identitas para pelaku yang berhasil diamankan berinisial GF, MB, MS, JP, AM, FA, MS, SP, EP, dan SJ. Proses penangkapan berlangsung secara dinamis di beberapa titik lokasi berbeda, sementara sebagian dari mereka memilih untuk menyerahkan diri ke markas kepolisian karena desakan pengejaran petugas.

Baca Juga  Respons Cepat Laporan Warga, Polres Kampar Hanguskan 6 Rakit Penambangan Emas Ilegal

“Saat ini, kesepuluh pelaku masih menjalani pemeriksaan mendalam di Mapolres. Kami ingin menggali lebih jauh apa sebenarnya motif di balik aksi kekerasan kolektif ini,” ujar AKBP Alex Sandy Siregar. Investigasi kini difokuskan pada latar belakang serangan yang menargetkan sosok Sampurno, sang Kepala Desa, yang menjadi korban utama dalam insiden berdarah tersebut.

Di sisi lain, penyidik juga tengah menelusuri keterlibatan seorang warga bernama Dani. Nama tersebut muncul dari keterangan korban, meskipun berdasarkan penyelidikan awal, Dani diketahui tidak berada di lokasi kejadian saat pembacokan kades berlangsung. Polisi terus merangkai benang merah guna memastikan apakah ada aktor intelektual atau provokator yang memicu emosi massa hingga berujung pada tindakan anarkis.

Baca Juga  Menakjubkan! Bendera Merah Putih 100 Meter Membentang di Karnaval Paskah Semarang 2026

Bukti kunci dalam pengungkapan kriminal Lumajang ini salah satunya berasal dari rekaman CCTV yang terpasang di kediaman korban. Dalam visual tersebut, tergambar jelas detik-detik mencekam saat para pelaku melakukan kekerasan secara membabi buta. Kehadiran bukti digital ini mempermudah kepolisian dalam mengidentifikasi peran masing-masing pelaku dalam tragedi yang melukai wajah birokrasi tingkat desa di Lumajang tersebut.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul