Tragedi Berdarah Katingan: Dua Pelaku Penyerangan Polisi Ditangkap, Tim Gabungan Buru Dua DPO Lainnya
Senin, 06 Jul 2026 03:04 WIB
Kabarmalam.com — Kabut duka yang menyelimuti insiden penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, mulai menemukan titik terang dalam proses hukumnya. Pihak kepolisian melaporkan kemajuan signifikan dengan tertangkapnya dua orang yang diduga kuat terlibat dalam penyerangan brutal terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, tim penyidik telah mengamankan dua tersangka utama, yakni Saldy dan Isnan Melani Pebriansyah alias Robi. Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, mengonfirmasi bahwa Robi diringkus petugas saat tengah bersembunyi di sebuah pondok di kawasan Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah pada Sabtu siang.
Penyidikan Intensif Terus Berlanjut
Meski Robi sudah berada di balik jeruji besi, AKBP Dodik Hartono menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman materiil untuk memetakan peran masing-masing pelaku dalam peristiwa berdarah tersebut. “R atau Robi memang sudah kami amankan. Namun, untuk detail perannya dalam aksi penyerangan tersebut belum dapat kami beberkan ke publik karena proses penyidikan polisi masih berlangsung secara intensif oleh penyidik,” ungkapnya.
Tertangkapnya dua orang ini tidak lantas membuat kepolisian mengendurkan pengejaran. Fokus saat ini juga diarahkan pada dua nama lain yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni Ramblan dan Bio. Keduanya diketahui merupakan saudara kandung dari tersangka Saldy dan diduga kuat turut andil dalam insiden yang menewaskan aparat tersebut.
Komitmen Tuntaskan Kasus Hingga Akar
Operasi perburuan buronan ini melibatkan kekuatan penuh dari tim gabungan Mabes Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Polres Katingan. Pihak berwenang berjanji tidak akan berhenti sampai seluruh pihak yang bertanggung jawab diseret ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kami tidak akan berhenti pada dua orang ini saja. Siapa pun yang terbukti terlibat, termasuk Ramblan dan Bio, akan terus kami kejar. Kasus ini harus tuntas sebagai bentuk keadilan bagi rekan-rekan kami yang gugur,” tegas Dodik dengan nada bicara yang mantap.
Tragedi ini menjadi catatan hitam dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Tengah. Insiden memilukan tersebut merenggut nyawa tiga putra terbaik Polri yang sedang bertugas, yakni Ipda Anumerta Sumariyanto, Aiptu Anumerta Yudhie Perdana Putra, dan Briptu Anumerta Nopandri Ramadhana. Mereka gugur dalam operasi narkoba yang berujung pada bentrok maut yang mengguncang publik.
Kini, setelah jenazah seluruh korban berhasil ditemukan dan proses pencarian SAR resmi ditutup, konsentrasi penuh kepolisian beralih sepenuhnya pada aspek penegakan hukum dan memastikan bahwa para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal atas tindakan keji mereka.