Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada! Dikira Cedera Otot Biasa, Nyeri Bahu Pria Ini Ternyata Gejala Kanker Darah Langka

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 05 Jul 2026 15:34 WIB
Waspada! Dikira Cedera Otot Biasa, Nyeri Bahu Pria Ini Ternyata Gejala Kanker Darah Langka

Kabarmalam.com — Seringkali kita mengabaikan rasa nyeri di tubuh dan menganggapnya sebagai konsekuensi dari aktivitas fisik yang berlebihan. Hal inilah yang dialami oleh Eric Dillon, seorang pria asal Texas, Amerika Serikat. Selama dua tahun, ia meyakini bahwa rasa sakit di bahunya hanyalah gangguan otot biasa, tanpa menyadari bahwa ada ancaman serius yang sedang menggerogoti kesehatannya dari dalam.

Awal Mula yang Menyesatkan

Kisah ini bermula ketika Dillon mulai merasakan ketidaknyamanan pada bagian bahunya. Berdasarkan pemeriksaan medis awal, ia didiagnosis menderita cedera rotator cuff, sebuah kondisi kerusakan pada otot dan tendon yang menyangga sendi bahu. Terapi fisik dan latihan peregangan sempat memberikan angin segar karena rasa sakitnya sedikit mereda.

Selama kurun waktu dua tahun, Dillon mencoba berdamai dengan rasa sakit tersebut. Ia melakukan berbagai penyesuaian mandiri, mulai dari mengubah posisi tidur hingga mengurangi intensitas aktivitas harian demi meredam rasa nyeri. Baginya, rasa sakit itu telah menjadi bagian dari rutinitas yang dianggap normal. Namun, instingnya membawa ia kembali ke meja dokter ortopedi pada Mei 2024 untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam melalui pemindaian MRI.

Baca Juga  Warna Oranye Pekat Bukan Jaminan Telur Omega-3, Simak Fakta Nutrisi di Baliknya

Kejutan Pahit di Ruang Onkologi

Hasil MRI menunjukkan adanya temuan yang mencurigakan, yang kemudian membawanya ke hadapan seorang spesialis. Dillon mengenang momen krusial saat ia pertama kali bertemu dengan dokter yang dirujuk untuknya. Tanpa basa-basi, dokter tersebut bertanya apakah Dillon mengetahui alasan ia berada di sana.

“Saya menjawab bahwa saya hanya mendapatkan rujukan dari dokter sebelumnya,” tutur Dillon. Jawaban dokter berikutnya bak petir di siang bolong: “Saya adalah seorang ahli onkologi ortopedi… Saya menangani pasien kanker.”

Pemeriksaan lanjutan akhirnya mengonfirmasi kenyataan pahit. Dillon didiagnosis mengidap multiple myeloma, sebuah bentuk kanker darah yang menyerang sel plasma di sumsum tulang. Kanker jenis ini sangat licin karena gejalanya sering menyerupai cedera fisik biasa.

Baca Juga  Misteri di Balik Kepala Lele: Benarkah Berbahaya Dikonsumsi atau Sekadar Masalah Tekstur?

Mengapa Nyeri Bahu Bisa Menjadi Sinyal Kanker?

Menurut Dr. Hearn Cho, ahli medis yang menangani Dillon di MD Anderson Cancer Center, multiple myeloma bekerja dengan cara mengganggu pembentukan sel darah normal. Hal ini memicu berbagai komplikasi mulai dari anemia, kerusakan ginjal, hingga peningkatan kadar kalsium dalam darah.

Yang paling berbahaya dalam kasus Dillon adalah bagaimana sel kanker ini merusak bagian keras tulang. Kerusakan struktur tulang inilah yang memicu rasa nyeri hebat di bahu, sehingga sering kali disalahpahami sebagai cedera otot oleh pasien maupun tenaga medis pada pemeriksaan awal.

Perjuangan Menuju Kesembuhan

Dillon tidak menyerah. Ia menjalani delapan siklus pengobatan intensif selama hampir satu tahun. Selama proses tersebut, ia mendokumentasikan setiap langkah perjuangannya dalam sebuah jurnal harian. Meski sempat menjalani uji klinis dan menyisakan sedikit sel kanker di tulang bahunya, prosedur radiasi tambahan akhirnya berhasil menyapu bersih sisa-sisa penyakit tersebut.

Baca Juga  Laporan Medis Donald Trump: Jantung Terdeteksi 14 Tahun Lebih Muda, Meski Berat Badan Jadi Sorotan

“Rasanya luar biasa bisa terbebas dari rasa sakit dan bisa kembali melangkah maju. Sekarang, semuanya terasa indah,” ungkap Dillon dengan penuh syukur. Saat ini, ia berada dalam masa remisi dan tetap disiplin mengonsumsi obat harian serta menjalani pemeriksaan rutin untuk memastikan kanker tersebut tidak kembali.

Kini, Dillon mendedikasikan waktunya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan tubuh dan pentingnya deteksi dini. Ia menekankan bahwa multiple myeloma bukanlah akhir dari segalanya. Dengan kemajuan medis saat ini, diagnosis cepat dapat memberikan peluang kesembuhan yang jauh lebih cerah.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid