Ikuti Kami
kabarmalam.com

AS Terpungung Wabah Parasit Cyclospora, Ratusan Orang Alami Diare ‘Eksplosif’ di 18 Negara Bagian

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 04 Jul 2026 19:34 WIB
AS Terpungung Wabah Parasit Cyclospora, Ratusan Orang Alami Diare 'Eksplosif' di 18 Negara Bagian

Kabarmalam.com — Gelombang kekhawatiran tengah melanda Amerika Serikat seiring dengan mencuatnya laporan mengenai ratusan kasus infeksi parasit yang memicu gejala diare parah secara mendadak. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) saat ini tengah bergerak cepat melakukan investigasi mendalam terhadap sumber penyebaran organisme mikroskopis yang telah menginfeksi lebih dari 400 orang di 18 negara bagian tersebut.

Parasit yang diidentifikasi sebagai Cyclospora ini diketahui menyebar melalui konsumsi sayuran atau buah-buahan mentah serta air yang telah terkontaminasi oleh tinja manusia. Infeksi ini memicu gangguan usus serius yang dikenal dengan istilah cyclosporiasis. Gejalanya pun tidak main-main; mulai dari kram perut yang menyiksa, mual, kelelahan hebat, hingga kehilangan nafsu makan dan demam ringan.

Ancaman Diare ‘Eksplosif’ yang Meresahkan

Salah satu ciri paling mencolok yang dilaporkan oleh para pasien adalah munculnya diare berair yang sangat sering, atau yang secara medis digambarkan sebagai diare ‘eksplosif’. Data CDC mengungkapkan bahwa sepanjang periode 1 Mei hingga 16 Juni saja, terdapat 145 kasus yang terkonfirmasi di 17 negara bagian, di mana 20 di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Baca Juga  Rahasia Umur Panjang: Mengapa Pola Makan Berkelanjutan Lebih Ampuh Dibanding Sekadar Hitung Kalori

Meskipun kondisi ini umumnya tidak dianggap mengancam nyawa dan sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, lonjakan kasus yang signifikan tetap menjadi alarm bagi otoritas kesehatan masyarakat. Negara bagian seperti New York, Texas, Illinois, dan Michigan tercatat sebagai wilayah dengan laporan kasus terbanyak.

Lonjakan Kasus yang Tak Biasa di Michigan dan New York

Di Michigan, situasi nampak lebih mengkhawatirkan. Otoritas kesehatan setempat melaporkan adanya lebih dari 300 kasus sejak akhir Juni, sebuah angka yang sangat kontras mengingat rata-rata tahunan mereka biasanya hanya berkisar di angka 50 kasus. Sementara itu, New York City melaporkan jumlah kasus yang hampir melonjak dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga  Siasat Teheran di Selat Hormuz: Iran Tawarkan Barter Akses dengan Penghentian Blokade AS

Hingga saat ini, para ahli dari CDC dan Food and Drug Administration (FDA) masih bekerja keras untuk memetakan klaster infeksi ini. Menariknya, seluruh pasien diketahui tertular setelah mengonsumsi makanan di dalam wilayah Amerika Serikat, tanpa adanya riwayat perjalanan ke luar negeri dalam dua minggu sebelum jatuh sakit. Namun, tim penyelidik belum menemukan satu sumber tunggal yang menjadi muara dari seluruh kasus ini.

Kaitan dengan Pola Makan Musim Panas

Secara historis, kasus wabah parasit Cyclospora di Amerika Serikat memang cenderung bersifat musiman, mencapai puncaknya antara bulan Mei hingga Agustus. Pada musim ini, masyarakat cenderung meningkatkan konsumsi produk segar seperti kemangi (basil), daun ketumbar (cilantro), bayam, serta berbagai jenis buah beri yang kerap dikaitkan dengan riwayat penyebaran parasit ini.

Gejala biasanya akan muncul dalam rentang waktu dua hari hingga dua minggu setelah seseorang menelan parasit tersebut. Meski sebagian besar orang dengan sistem imun yang kuat dapat pulih dalam hitungan minggu, kasus yang lebih berat memerlukan penanganan medis berupa pemberian antibiotik khusus.

Baca Juga  Waspada Perubahan Pola BAB! Kenali Gejala dan Tahapan Stadium Kanker Usus Besar Sejak Dini

Langkah Pencegahan yang Perlu Diperhatikan

Sebagai langkah antisipasi, CDC mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam menjaga kebersihan. Mencuci buah dan sayuran segar dengan air mengalir secara menyeluruh menjadi protokol wajib sebelum dikonsumsi. Selain itu, menjaga kebersihan tangan dan peralatan dapur adalah kunci utama untuk memutus rantai penularan.

Bagi siapa pun yang mengalami gejala diare berkepanjangan, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan tenaga medis dan memperbanyak konsumsi cairan demi mencegah dehidrasi. Perlu ditekankan pula bahwa penyakit ini umumnya tidak menular secara langsung dari orang ke orang, melainkan melalui kontaminasi pada bahan pangan atau air yang dikonsumsi.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid