Ikuti Kami
kabarmalam.com

Jangan Tertipu Gejala ‘Masuk Angin’, Inilah 5 Tanda Awal Penyakit Liver yang Sering Terabaikan

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 04 Jul 2026 17:34 WIB
Jangan Tertipu Gejala 'Masuk Angin', Inilah 5 Tanda Awal Penyakit Liver yang Sering Terabaikan

Kabarmalam.com — Hati atau liver merupakan organ yang bekerja keras tanpa henti di dalam tubuh kita. Ibarat sebuah laboratorium kimia raksasa, liver bertanggung jawab menyaring racun, mengolah nutrisi, hingga memperkuat sistem imun. Namun, karena sifatnya yang ‘pendiam’, gangguan pada organ ini sering kali tidak disadari hingga kondisinya mencapai tahap yang mengkhawatirkan.

Banyak orang sering kali menganggap remeh rasa tidak enak badan dan mengaitkannya dengan masuk angin biasa. Padahal, bisa jadi itu adalah sinyal darurat dari liver Anda. dr. Douglas Weine, seorang pakar gastroenterologi dari Hackensack Meridian Health Center, menjelaskan bahwa penyakit liver mencakup spektrum luas, mulai dari perlemakan hati non-alkohol (NAFLD), hepatitis, hingga ancaman serius seperti kanker hati.

Sinyal Awal yang Sering Disalahartikan

Penyakit liver cenderung berkembang secara perlahan. Pada fase awal, gejalanya sangat samar dan sering kali menyerupai gangguan kesehatan ringan sehari-hari. Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim redaksi Kabarmalam.com, berikut adalah 5 gejala awal yang wajib Anda waspadai:

  • Kelelahan Ekstrem: Bukan sekadar lelah setelah bekerja, tapi rasa kantuk dan lesu yang luar biasa meskipun Anda sudah cukup beristirahat.
  • Mual dan Ingin Muntah: Ini adalah reaksi alami tubuh terhadap penumpukan racun yang gagal disaring oleh liver yang bermasalah.
  • Nyeri Tumpul di Perut Kanan Atas: Rasa tidak nyaman atau kembung di area bawah tulang rusuk kanan sering kali menandakan adanya pembengkakan hati atau hepatomegali.
  • Demam dan Menggigil: Ketika fungsi detoksifikasi terganggu, racun yang menumpuk memicu respons peradangan sistemik yang membuat tubuh merasa kedinginan.
  • Menurunnya Nafsu Makan: Kehilangan keinginan untuk makan yang berujung pada penurunan berat badan secara drastis tanpa direncanakan.
Baca Juga  Belajar dari Kasus Viktor Axelsen, Waspadai Ancaman Saraf Kejepit Saat Berolahraga

Tanda-Tanda Saat Kondisi Mulai Memburuk

Jika gejala awal diabaikan, penyakit liver akan terus merusak jaringan sehat. dr. Bubu Banini dari Yale School of Medicine menekankan bahwa ada beberapa tanda fisik yang menunjukkan kerusakan hati sudah masuk ke tahap yang lebih serius. Salah satunya adalah jaundice atau penyakit kuning, di mana kulit dan bagian putih mata berubah warna akibat penumpukan bilirubin.

Selain itu, perhatikan warna urine Anda. Jika tetap berwarna gelap seperti teh meskipun Anda sudah banyak minum air putih, ini bisa menjadi indikasi kuat adanya gangguan kesehatan hati. Gejala lain yang patut diwaspadai adalah perubahan mental yang mendadak, seperti kebingungan, disorientasi, atau sering lupa, yang menandakan racun mulai memengaruhi fungsi otak.

Baca Juga  Rahasia di Balik Secangkir Kopi: Ilmuwan Temukan "Penghuni Khusus" di Usus Para Penikmatnya

Mengapa Liver Bisa Rusak?

Penyebab kerusakan liver sangat beragam. Gaya hidup menjadi faktor utama, terutama konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang yang memicu penyakit hati alkoholik. Namun, bagi mereka yang tidak mengonsumsi alkohol, risiko tetap ada dalam bentuk perlemakan hati yang dipicu oleh obesitas atau diabetes.

Faktor lain yang tidak boleh dilupakan adalah gangguan autoimun, kelainan genetik seperti penyakit Wilson, hingga paparan zat kimia berbahaya dan penggunaan obat-obatan seperti parasetamol yang melebihi dosis secara terus-menerus. Jika dibiarkan, peradangan awal (inflamasi) akan berubah menjadi fibrosis (pembentukan jaringan parut), lalu berkembang menjadi sirosis, dan puncaknya adalah gagal hati yang mengancam nyawa.

Langkah Antisipasi

Kabar baiknya, banyak jenis penyakit liver yang bisa dipulihkan jika terdeteksi sejak dini melalui gaya hidup sehat dan pemeriksaan medis yang rutin. Jangan menunggu hingga tubuh menunjukkan gejala parah. Mengenali sinyal kecil dari tubuh adalah langkah pertama untuk menjaga investasi kesehatan jangka panjang Anda.

Baca Juga  Strategi Food Order: Benarkah Mengatur Urutan Makan Bisa Mencegah Lonjakan Gula Darah?
Tentang Penulis
Wahid
Wahid