Ikuti Kami
kabarmalam.com

Mengapa Cedera Olahraga Tetap Mengintai Meski Sudah Pemanasan? Simak Penjelasan Pakar Berikut Ini

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 05 Jul 2026 09:04 WIB
Mengapa Cedera Olahraga Tetap Mengintai Meski Sudah Pemanasan? Simak Penjelasan Pakar Berikut Ini

Kabarmalam.com — Pernahkah Anda merasa sudah melakukan pemanasan dengan benar, namun tetap saja didera cedera saat berolahraga? Anggapan bahwa pemanasan adalah “perisai sakti” yang menjamin keamanan total dari risiko cedera ternyata hanyalah sebuah mitos yang perlu diluruskan. Meskipun krusial, pemanasan bukanlah satu-satunya faktor penentu keselamatan fisik kita saat bergerak.

Masalah cedera olahraga tidak hanya menghantui para atlet profesional yang berlatih dengan intensitas tinggi, tetapi juga masyarakat awam yang baru memulai gaya hidup aktif. Banyak yang berasumsi bahwa melewatkan sesi peregangan adalah dosa utama penyebab otot tertarik atau sendi bergeser. Namun, para ahli kedokteran olahraga memiliki pandangan yang lebih komprehensif mengenai fenomena ini.

Lebih dari Sekadar Persiapan Otot

Menurut Varnit Yadav, seorang pakar nutrisi dan kebugaran ternama, pemanasan sebenarnya berfungsi sebagai jembatan transisi bagi tubuh. Ia menjelaskan bahwa proses ini bertujuan menyiapkan sistem saraf dan meningkatkan elastisitas otot melalui aliran darah yang disalurkan secara bertahap. Melewatkan tahapan ini memang meningkatkan risiko, namun melakukannya pun tidak memberikan jaminan keamanan 100 persen.

Baca Juga  Waspada! Kasus Virus Hanta Varian Andes di Kapal Pesiar MV Hondius Terbukti Bisa Menular Antarmanusia

Senada dengan hal tersebut, spesialis kedokteran olahraga dr. Andhika Raspati, SpKO, menegaskan bahwa pola pikir “sudah pemanasan pasti aman” adalah kekeliruan yang umum terjadi. Menurut dr. Dhika, penyebab utama cedera sebenarnya terletak pada ketidakseimbangan antara beban aktivitas dengan kapasitas jaringan tubuh. Jika seseorang melakukan latihan fisik yang melampaui batas kemampuan otot atau sendinya, maka cedera akan tetap terjadi meski pemanasan telah dilakukan dengan sangat teliti.

Koreksi Gerakan: Dinamis vs Statis

Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan pegiat olahraga adalah salah menempatkan jenis peregangan. Dr. Dhika menekankan bahwa untuk memulai sesi, tubuh membutuhkan gerakan dinamis. Peregangan statis (menahan posisi tertentu dalam waktu lama) yang dilakukan di awal justru kurang efektif dalam mempersiapkan otot untuk gerakan aktif.

Baca Juga  Buntut Viral Insiden Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Manajemen Ambil Langkah Tegas Nonaktifkan Perawat

Begitu pula dengan sesi pendinginan yang sering kali dianaktirikan. Padahal, pendinginan berfungsi penting untuk mengembalikan sirkulasi darah ke kondisi normal dan mendinginkan suhu otot secara perlahan. Di sinilah peregangan statis baru boleh mengambil peran untuk membantu kesehatan fisik jangka panjang.

Panduan Praktis Pemanasan yang Efektif

Untuk meminimalisir risiko, tim Kabarmalam.com merangkum beberapa gerakan pemanasan yang direkomendasikan oleh National Health Service yang bisa Anda praktikkan sebelum memulai olahraga rutin:

  • Jalan di Tempat: Lakukan selama kurang lebih tiga menit dengan variasi langkah maju-mundur. Pastikan ayunan tangan mengikuti irama kaki untuk mengaktifkan koordinasi tubuh.
  • Heel Digs: Fokuskan pada tumit yang menyentuh lantai secara bergantian dengan ujung kaki menghadap ke atas. Gerakan ini membantu melenturkan area pergelangan kaki.
  • Knee Lifts: Angkat lutut secara bergantian hingga menyentuh tangan yang berlawanan. Jaga punggung tetap tegak dan otot perut tetap kencang untuk stabilitas inti tubuh.
  • Shoulder Rolls: Putar bahu ke depan dan ke belakang secara rileks sebanyak 10 kali untuk melepas ketegangan pada area leher dan pundak.
  • Knee Bends: Tekuk lutut sedikit (sekitar 10 cm) dengan posisi kaki terbuka selebar bahu. Gerakan ini sangat baik untuk menyiapkan sendi lutut sebelum menerima beban yang lebih berat.
Baca Juga  Jeratan Hukum dr Ratna Setia Asih: Sorotan Tajam Atas Dugaan Kriminalisasi Profesi Medis

Memahami batasan tubuh dan melakukan teknik pemanasan yang tepat adalah kunci utama. Jangan hanya mengejar intensitas, tetapi perhatikan juga sinyal yang diberikan oleh tubuh Anda agar aktivitas fisik tetap memberikan manfaat, bukan justru membawa petaka bagi kesehatan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid