Buntut Viral Insiden Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Manajemen Ambil Langkah Tegas Nonaktifkan Perawat
Sabtu, 11 Apr 2026 06:40 WIBKabarmalam.com — Sebuah pengalaman mendebarkan sekaligus memilukan yang dibagikan oleh seorang ibu di media sosial TikTok mendadak menjadi sorotan tajam publik. Nina Saleha, sang pemilik akun, mengungkapkan kekecewaan mendalamnya setelah mendapati buah hatinya nyaris tertukar saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin atau yang lebih dikenal dengan RSHS Bandung.
Peristiwa ini bermula ketika Nina tengah disibukkan dengan proses penyelesaian administrasi pascapersalinan. Di tengah keriuhan prosedur rumah sakit tersebut, ia menitipkan bayinya kepada salah satu tenaga kesehatan. Namun, apa yang seharusnya menjadi prosedur aman justru berubah menjadi mimpi buruk yang hampir saja merenggut identitas sang bayi.
Kronologi di Balik Kelalaian Petugas
Menanggapi isu yang berkembang pesat di jagat maya, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, memberikan klarifikasi terkait duduk perkara insiden tersebut. Aji menjelaskan bahwa perawat yang terlibat saat itu memang bertugas di poli anak, sebuah unit yang memiliki tingkat kesibukan tinggi.
“Tenaga kesehatan di sana tidak hanya menangani bayi secara khusus, melainkan mengelola berbagai pasien di poli anak. Kondisi ini membuat konsentrasi petugas sedikit terganggu saat menerima penitipan bayi tersebut,” ujar Aji saat ditemui di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026). Ia menambahkan bahwa insiden bayi tertukar ini terjadi secara tidak sengaja ketika sang ibu hendak mengambil kembali anaknya, namun karena kekhilafan, bayi tersebut sempat diserahkan kepada orang lain.
Kemenkes Bantah Unsur Kriminalitas
Meskipun narasi yang beredar di masyarakat mulai menyentuh dugaan penculikan atau tindak kejahatan lainnya, pihak Kementerian Kesehatan dengan tegas membantah hal tersebut. Setelah berkoordinasi intensif dengan pihak manajemen RSHS, Kemenkes memastikan bahwa peristiwa ini murni merupakan kelalaian manusia (human error).
“Tidak ada niat jahat, baik itu penculikan maupun tindakan kriminal lainnya. Ini murni kekhilafan dari perawat yang bertugas saat itu,” tegas Aji. Meski demikian, pihak pemerintah berjanji akan memperketat pengawasan agar pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit rujukan nasional tidak lagi diwarnai kejadian serupa.
Sanksi Tegas dan Permohonan Maaf RSHS
Manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin tidak tinggal diam menanggapi kegaduhan ini. Melalui pernyataan resminya, mereka menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada Nina Saleha dan keluarga atas ketidaknyamanan serta risiko yang muncul selama proses pelayanan kesehatan.
Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin, Rachim Dinata Marsidi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah disiplin yang nyata. Perawat yang bertanggung jawab dalam insiden di ruang NICU tersebut kini telah dinonaktifkan dari tugas pelayanan pasien langsung.
“Perawat yang bersangkutan sudah kami pindahkan ke bagian administrasi yang tidak berhubungan dengan pasien dan telah diberikan Surat Peringatan Pertama (SP1),” ungkap Rachim. Lebih lanjut, pihak rumah sakit berkomitmen untuk melakukan perbaikan internal secara menyeluruh, terutama dalam penguatan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyerahan bayi kepada orang tua agar lebih aman dan terverifikasi dengan ketat.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh fasilitas kesehatan untuk tetap menjaga integritas dan ketelitian dalam setiap aspek keselamatan pasien, sekecil apa pun celah kelalaian yang mungkin ada.