Geger! Jasad Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Ciujung Lebak
Rabu, 01 Jul 2026 18:35 WIB
Kabarmalam.com — Suasana tenang di tepian Sungai Ciujung, tepatnya di kawasan Jembatan Leuwijaksi, Desa Margatirta, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, mendadak berubah menjadi kepanikan. Pada Rabu (1/7/2026), sesosok jasad pria tanpa identitas ditemukan mengambang di aliran sungai tersebut, memicu perhatian luas dari masyarakat setempat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi.
Peristiwa ini bermula ketika seorang warga yang tengah asyik memancing dikejutkan oleh pemandangan mengerikan di atas permukaan air. Benda yang semula dikira tumpukan sampah ternyata merupakan tubuh manusia yang sudah terbawa arus. Penemuan ini segera memicu laporan cepat kepada pihak berwenang guna menindaklanjuti penemuan mayat yang menghebohkan warga Lebak tersebut.
Kronologi Penemuan di Bawah Jembatan Leuwijaksi
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi, petugas kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan. Area di bawah Jembatan Leuwijaksi segera dipasangi garis polisi untuk mempermudah proses evakuasi dari aliran Sungai Ciujung yang cukup dalam.
Pipih, salah satu narasumber di lapangan, mengonfirmasi kebenaran insiden tragis tersebut. “Benar, telah ditemukan sesosok mayat tanpa identitas di Sungai Ciujung, tepatnya di bawah Jembatan Leuwijaksi, Desa Margatirta. Kondisi mayat saat ditemukan pertama kali oleh warga yang sedang memancing memang sudah mengapung,” ujarnya saat memberikan keterangan resmi.
Penyelidikan Identitas dan Penyebab Kematian
Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Kabupaten Lebak masih bekerja keras untuk mengungkap tabir identitas korban. Jasad yang diketahui berjenis kelamin laki-laki tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam oleh Tim Inafis dan tenaga medis ahli.
Terkait dugaan penyebab kematian maupun estimasi waktu korban meninggal dunia, pihak berwenang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. “Untuk perkiraan berapa lama korban sudah meninggal, kami belum bisa memastikan secara dini. Hasil pemeriksaan dokter forensik nantinya yang akan menjelaskan secara rinci melalui proses autopsi,” tambah Pipih menjelaskan prosedur yang tengah berjalan.
Tim identifikasi forensik telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari bukti-bukti tambahan yang mungkin tertinggal di lokasi. Pihak kepolisian juga menghimbau kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri fisik tertentu untuk segera berkoordinasi dengan petugas di polsek terdekat demi mempercepat proses pengungkapan kasus ini.