Ikuti Kami
kabarmalam.com

Dikhianati Teman Dekat, Tantri Kotak Buka Suara Terkait Dugaan Penipuan Berkedok Investasi Senilai Miliaran Rupiah

Darman | kabarmalam.com
Selasa, 30 Jun 2026 05:33 WIB
Dikhianati Teman Dekat, Tantri Kotak Buka Suara Terkait Dugaan Penipuan Berkedok Investasi Senilai Miliaran Rupiah

Kabarmalam.com — Pengkhianatan sering kali datang dari lingkaran yang paling tidak kita sangka. Hal pahit inilah yang kini tengah menyelimuti hati vokalis band Kotak, Tantri Syalindri. Bukan sekadar soal angka, namun rasa percaya yang telah dipupuk selama bertahun-tahun hancur seketika akibat dugaan aksi penipuan investasi yang dilakukan oleh sosok yang ia anggap sebagai teman sendiri.

Ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Tantri akhirnya memberanikan diri untuk membagikan kisahnya. Bukan tanpa alasan, langkah ini ia ambil demi memutus rantai korban yang ditaksir telah menderita kerugian kolektif mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp10 miliar.

Misi Mencegah Korban Baru

Melalui akun media sosial pribadinya, Tantri tidak hanya bercerita, namun juga mengungkap identitas terduga pelaku. Keputusan ini diambil bukan karena luapan emosi semata, melainkan sebagai peringatan bagi publik agar tidak jatuh ke lubang yang sama.

Baca Juga  Tepis Tuduhan Penganiayaan, Erin Kantongi Bukti CCTV dan Siap Hadapi Laporan Eks ART

“Kalau aku diam saja, kemungkinan besar akan ada lebih banyak korban selanjutnya. Ternyata, korbannya sudah banyak sekali, termasuk lingkaran pertemanan kami sendiri,” ungkap Tantri dengan nada prihatin. Ia bahkan menceritakan salah satu temannya yang mengidap kanker turut menjadi korban, padahal uang tersebut diharapkan bisa menjadi biaya pengobatan.

Manipulasi Psikologis Berbalut Pertemanan

Relasi antara Tantri dan terduga pelaku bukanlah hubungan singkat. Mereka telah saling mengenal sejak anak-anak mereka masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Kedekatan inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku untuk membangun kepercayaan secara perlahan.

“Dia sangat lihai secara psikologis. Dia memosisikan diri sebagai seorang ibu tunggal (single mother) yang butuh bantuan kerja untuk mencapai target sales-nya. Karena dasar pertemanan dan rasa iba, kami pun tergerak untuk membantu lewat investasi tersebut,” jelas istri dari Arda Naff ini. Tantri mengakui bahwa pelaku sangat pintar meyakinkan orang lain bahwa program investasi tersebut nyata dan aman.

Baca Juga  Momen Emosional Al Ghazali Lepas El Rumi ke Pelaminan: Antara Haru dan Kebahagiaan Kakak Sulung

Menghilang Tanpa Jejak

Kehancuran dimulai ketika terduga pelaku tiba-tiba memutus komunikasi secara total setelah transaksi terakhir dilakukan. Sudah lebih dari delapan hari sosok tersebut menghilang bak ditelan bumi. Upaya pencarian pun menemui jalan buntu.

“Awalnya aku masih mencoba berbaik sangka (husnuzan), mungkin dia sedang liburan. Tapi satu kali 24 jam tidak ada kabar, media sosialnya dihapus semua, dan saat didatangi ke rumah orang tuanya, mereka pun sudah angkat tangan,” tutur Tantri dengan raut wajah kecewa.

Investasi dari Uang Tabungan Masa Tua

Kehilangan ini terasa kian menyesakkan karena uang yang raib merupakan hasil kerja keras yang sedianya dipersiapkan untuk masa depan. Sebagai musisi yang tidak memiliki tunjangan pensiun, Tantri dan suaminya terbiasa menyisihkan pendapatan untuk berbagai instrumen investasi.

Baca Juga  Potret Kompak Irish Bella dan Haldy Sabri: Rahasia Keharmonisan yang Tak Terpisahkan

“Kami bekerja di industri musik yang tidak punya uang pensiun. Jadi saat produktif, sebisa mungkin kami memutar uang tersebut. Sayangnya, niat baik untuk mengelola keuangan justru berakhir seperti ini,” tambahnya. Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi Tantri untuk lebih mengedepankan logika daripada sekadar rasa percaya dalam urusan finansial.

Langkah Hukum dan Pintu Maaf

Meski secara manusiawi Tantri berusaha untuk memaafkan, namun ia menegaskan bahwa proses hukum dan tanggung jawab tetap harus berjalan. Saat ini, ia bersama para korban lainnya tengah berkonsultasi dengan kuasa hukum untuk membawa kasus ini ke ranah kepolisian.

“Pintu maaf mungkin terbuka, tapi konsekuensi dari perbuatan yang merugikan banyak orang ini tetap harus dipertanggungjawabkan di mata hukum,” tegasnya menutup pembicaraan mengenai kasus Tantri Kotak ini.

Tentang Penulis
Darman
Darman