Sarwendah Pertegas Langkah Hukum, Serahkan Bukti Tambahan Untuk Seret Haters ke Meja Hijau
Senin, 29 Jun 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Kesabaran Sarwendah nampaknya sudah mencapai batas akhir. Mantan personel Cherrybelle ini memilih untuk tidak lagi berbalas argumen di media sosial, melainkan langsung menempuh langkah hukum yang tegas bagi siapa saja yang berani mengusik harga diri dan nama baik keluarganya.
Pada Senin (29/6/2026), Sarwendah terlihat menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan dengan agenda yang sangat spesifik: memperkuat laporannya. Kehadiran ibu tiga anak ini bukan tanpa alasan, melainkan untuk menyerahkan sejumlah bukti tambahan yang diharapkan mampu menjerat para pemilik akun penyebar fitnah dan pencemaran nama baik ke ranah hukum yang lebih serius.
Langkah Tanpa Somasi: Strategi Tegas Sarwendah
Berbeda dengan kebanyakan figur publik yang biasanya melayangkan somasi atau teguran terbuka terlebih dahulu, Sarwendah mengambil langkah yang cukup mengejutkan. Ia langsung melaporkan akun-akun tersebut tanpa ada peringatan melalui pesan langsung (DM) maupun somasi publik. Pengacara Sarwendah, Korbinianus Molmen, menegaskan bahwa kliennya telah membulatkan tekad sejak laporan resmi pertama kali didaftarkan pada 26 Juni lalu.
“Agenda hari ini murni untuk melengkapi alat bukti yang diminta oleh penyidik. Kami menyerahkan tangkapan layar (screenshot) video dari beberapa akun yang diduga kuat melakukan pencemaran nama baik. Jumlahnya tidak hanya satu, ada beberapa akun yang masuk dalam radar laporan kami,” jelas Korbinianus saat memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan.
Proses Penyelidikan Masih Bergulir Tajam
Meski publik mulai berspekulasi mengenai kemungkinan adanya jalur damai di masa depan, tim kuasa hukum Sarwendah memberikan sinyal bahwa proses ini masih panjang. Femmy Ferdinandus, anggota tim hukum lainnya, menyebutkan bahwa pembicaraan mengenai pencabutan laporan atau mediasi masih terlalu dini untuk dikonsumsi publik.
“Saat ini statusnya masih dalam tahap penyelidikan awal. Kami membiarkan proses ini mengalir sesuai prosedur kepolisian yang berlaku. Mengenai kemungkinan damai atau hal lainnya, itu akan didiskusikan kembali dengan klien seiring berjalannya waktu. Intinya, semua kemungkinan bisa terjadi, namun fokus saat ini adalah penegakan hukum,” tutur Femmy secara diplomatis.
Di sisi lain, Sarwendah sendiri memilih untuk tetap tenang dan irit bicara saat diberondong pertanyaan oleh jurnalis. Ia mempercayakan seluruh narasi hukumnya kepada tim pengacara, memberikan sinyal kuat bahwa dirinya ingin masalah ini diselesaikan secara profesional tanpa perlu menciptakan kegaduhan tambahan. Bagi Sarwendah, tindakan hukum ini bukan sekadar kemarahan, melainkan upaya menjaga martabat di tengah liarnya opini media sosial saat ini.