Waspada! Bayi di China Masuk ICU Setelah Susu Formula Dicampur Jus Sayur, Ini Bahaya Nitrit
Senin, 22 Jun 2026 10:34 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah insiden medis yang cukup mengejutkan sekaligus menjadi peringatan keras bagi para orang tua datang dari Guangdong, China Selatan. Seorang bayi laki-laki yang baru menginjak usia tiga bulan harus menjalani perawatan darurat di ruang Intensive Care Unit (ICU) setelah mengalami kondisi kritis akibat kesalahan pola makan yang fatal.
Kronologi Kejadian: Niat Sehat yang Berujung Petaka
Kejadian ini bermula ketika orang tua sang bayi memutuskan untuk mencampur susu formula buah hati mereka bukan dengan air mineral biasa, melainkan dengan jus sayuran. Motivasi di balik tindakan ini sebenarnya adalah rasa sayang; mereka berasumsi bahwa jus sayuran akan memberikan asupan nutrisi dan vitamin yang lebih melimpah dibandingkan air putih biasa.
Namun, tak lama setelah mengonsumsi ramuan tersebut, kondisi bayi tersebut memburuk secara drastis. Berdasarkan laporan medis dari Rumah Sakit Zhongshan Women and Children’s Hospital, bayi tersebut datang dalam kondisi yang mencekam: bibirnya membiru, kulitnya berubah warna menjadi keunguan, dan ia mengalami sesak napas yang hebat. Tim medis segera bergerak cepat untuk menyelamatkan nyawa bayi malang tersebut dari ancaman keracunan akut.
Diagnosis Medis: Bahaya Tersembunyi Nitrit
Setelah dilakukan pemeriksaan intensif, dokter mendiagnosis sang bayi mengalami keracunan nitrit. Penjelasan medisnya cukup sederhana namun sering kali tidak disadari oleh masyarakat awam. Sayuran yang diproses atau direbus dalam waktu yang terlalu lama dapat menghasilkan konsentrasi nitrit yang sangat tinggi pada airnya.
Bagi bayi berusia tiga bulan, sistem pencernaan dan fungsi ginjal mereka masih dalam tahap perkembangan awal dan belum mampu mengolah zat nitrat maupun nitrit dalam dosis tinggi. Ketika zat ini terserap ke dalam aliran darah, nitrit akan mengganggu kemampuan darah dalam mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Kondisi kekurangan oksigen inilah yang secara fisik terlihat dari perubahan warna kulit dan kuku menjadi kebiruan.
Pesan Penting untuk Orang Tua
Dokter spesialis anak, Cao Qi, memberikan imbauan serius melalui media sosial agar para orang tua lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan anak, terutama yang masih bayi. Ia menekankan bahwa dalam kasus keracunan seperti ini, setiap detik sangat berharga. Menunda penanganan medis hanya dalam hitungan menit bisa berujung pada hilangnya nyawa.
“Jangan pernah berasumsi bahwa bahan-bahan alami selalu aman untuk bayi yang sistem tubuhnya masih sangat rentan. Jangan pula mengikuti tren pemberian makan yang tidak memiliki dasar medis yang kuat,” tegasnya. Beruntung, setelah mendapatkan perawatan intensif selama dua hari, bayi tersebut dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang pada pertengahan Juni lalu.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dalam urusan nutrisi bayi, mengikuti anjuran medis dan menggunakan air bersih yang matang sebagai pelarut susu tetap merupakan prosedur paling aman yang tidak bisa ditawar.