Ikuti Kami
kabarmalam.com

BMKG Peringatkan El Nino Kuat Bertahan Hingga 2027: Indonesia Siaga Kemarau Ekstrem 2026

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 22 Jun 2026 16:34 WIB
BMKG Peringatkan El Nino Kuat Bertahan Hingga 2027: Indonesia Siaga Kemarau Ekstrem 2026

Kabarmalam.com — Bayang-bayang kekeringan ekstrem kini menghantui wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai siklus musim kemarau 2026 yang diprediksi akan berlangsung jauh lebih kering dan panjang dibandingkan kondisi normal. Fenomena ini diperparah dengan proyeksi fenomena El Nino yang diperkirakan masih akan mencengkeram cuaca tanah air hingga awal tahun 2027 mendatang.

Puncak Kemarau 2026: Ancaman Berlangsung Bertahap

Berdasarkan analisis data terbaru yang diunggah melalui kanal resmi BMKG, puncak kemarau tahun 2026 diperkirakan akan menyapu wilayah Indonesia secara bertahap dalam rentang waktu Juli hingga September. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan tinggi dari berbagai sektor karena potensi risiko kekeringan yang masif.

Pada Juli 2026, sebanyak 83 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 12,26 persen wilayah Indonesia akan mulai merasakan hantaman kemarau. Wilayah yang terdampak meliputi sebagian Sumatera, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, NTT bagian selatan, hingga merambah ke Sulawesi Barat dan sebagian Papua.

Baca Juga  Transformasi Drastis Shindy Samuel: Perjuangan Melawan Obesitas Morbid hingga Pangkas 104 Kilogram

Memasuki bulan Agustus 2026, situasi diprediksi akan semakin kritis. Cakupan wilayah yang mengalami puncak kemarau meluas hingga 369 ZOM atau mencakup hampir 48,84 persen wilayah Indonesia. Pulau Jawa, Bali, NTB, serta sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi diperkirakan akan menghadapi cuaca yang sangat terik pada periode ini.

Sementara itu, pada September 2026, kekeringan akan bergeser ke arah 169 ZOM lainnya, termasuk Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan, dan Papua Pegunungan. Fokus utama pada fase ini adalah antisipasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap terjadi di area tersebut.

El Nino Bertahan Hingga Awal 2027

Salah satu poin krusial dalam laporan BMKG adalah durasi fenomena El Nino yang cukup panjang. Berdasarkan perhitungan awal Juni 2026, peluang El Nino bertahan hingga awal 2027 mencapai angka yang sangat signifikan, yakni 98 persen untuk kategori moderat dan 62 persen untuk kategori kuat.

Baca Juga  Waspada! Dada Terasa Terbakar Bukan Cuma Masalah Lambung, Ini 10 Penyebab yang Harus Anda Ketahui

Meski dampaknya terhadap curah hujan di Indonesia diperkirakan paling intens hingga Oktober 2026, namun durasi fenomena yang panjang ini tetap memberikan tekanan pada sektor pertanian dan ketersediaan cadangan air nasional. Kurangnya curah hujan secara konsisten dapat mengganggu pola tanam dan memicu krisis air bersih di berbagai daerah terpencil.

Langkah Mitigasi dan Adaptasi Dini

Menanggapi ancaman serius ini, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral kini menjadi prioritas utama. BMKG secara aktif melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah (Pemda), BPBD, hingga Forkopimda untuk merumuskan langkah mitigasi yang efektif.

“Kami berkomunikasi secara intensif untuk memastikan informasi detail mengenai kondisi iklim sampai ke tangan para pengambil kebijakan di daerah. Hal ini penting agar strategi adaptasi bisa dijalankan secara optimal sebelum dampak terburuk terjadi,” ujar Faisal sebagaimana dikutip dari pernyataan resminya.

Baca Juga  Waspada El Nino 'Godzilla' Mengintai RI: Ancaman Suhu Ekstrem dan Dampak Serius bagi Kesehatan

Selain masalah air dan pangan, BMKG juga menyoroti isu kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah diminta waspada terhadap penurunan kualitas udara akibat polusi dan debu yang meningkat selama musim kering. Kondisi ini berisiko memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Masyarakat pun diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan demi menjaga kelestarian lingkungan bersama.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid