Waspada Jamu Oplosan: Panduan Praktis Membedakan Produk Herbal Asli dan Ilegal Agar Tetap Sehat
Kamis, 18 Jun 2026 11:34 WIB
Kabarmalam.com — Warisan leluhur berupa jamu dan ramuan herbal hingga kini masih menempati posisi istimewa di hati masyarakat Indonesia. Namun, di balik popularitasnya yang kian melejit di jagat maya, terselip risiko kesehatan yang patut diwaspadai. Maraknya peredaran produk kesehatan ilegal di platform daring menuntut kita untuk menjadi konsumen yang jauh lebih kritis dan teliti.
Jangan Terjebak Rayuan Testimoni Media Sosial
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. dr. Inggrid Tania, M.Si., menekankan bahwa legalitas adalah harga mati sebelum mengonsumsi produk herbal apa pun. Beliau mengingatkan agar masyarakat tidak mudah goyah hanya karena melihat deretan testimoni positif atau promosi masif yang berseliweran di linimasa.
“Jangan hanya tergiur oleh testimoni atau promosi yang beredar di media sosial,” ungkap dr. Inggrid dalam sebuah sesi edukasi daring. Menurutnya, pengalaman orang lain yang diklaim secara sepihak seringkali tidak memiliki basis data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Oleh karena itu, mencari referensi mengenai produk herbal aman harus datang dari sumber yang kredibel.
Langkah Nyata Memastikan Keaslian Produk
Membedakan jamu asli dengan versi oplosan sebenarnya bisa dilakukan dengan langkah yang cukup sederhana. Dr. Inggrid menyarankan masyarakat untuk tidak sekadar melihat angka nomor registrasi yang tertera pada kemasan, melainkan melakukan verifikasi mandiri.
Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan saat mengecek izin edar BPOM:
- Verifikasi Melalui Situs Resmi: Gunakan portal resmi BPOM untuk mencocokkan apakah nomor registrasi pada kemasan sesuai dengan nama produk dan produsen yang terdaftar.
- Waspadai Klaim Instan: Jamu dan obat bahan alam bekerja secara alami dalam tubuh. Jika sebuah produk menjanjikan kesembuhan instan atau mampu mengobati berbagai macam penyakit sekaligus (klaim sapu jagat), maka validitasnya patut dipertanyakan.
- Rasionalitas Penggunaan: Pastikan penggunaan jamu tetap rasional dan sesuai dengan kebutuhan tubuh, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang viral.
Menjadi Pembeli Digital yang Cerdas
Di era digital, kemudahan berbelanja terkadang menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab. Kabarmalam.com mencatat bahwa identitas penjual dan transparansi informasi produk adalah kunci utama dalam bertransaksi secara aman. Dr. Inggrid mengimbau agar konsumen menghindari produk yang kemasannya tidak informatif atau tidak mencantumkan detail produsen yang jelas.
Meski kewaspadaan harus ditingkatkan, bukan berarti kita harus menjauhi pengobatan tradisional. Jamu tetap menjadi pilihan yang baik untuk menjaga kebugaran tubuh, asalkan kita bijak dalam memilih. “Pastikan legalitasnya terlebih dahulu dan gunakan produk secara bijak,” tutup dr. Inggrid memberikan pesan tegas bagi para pecinta jamu tradisional.
Dengan mengedepankan ketelitian, kita tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga turut memutus rantai peredaran obat tradisional ilegal yang membahayakan masyarakat luas. Selalu ingat bahwa informasi kesehatan yang akurat adalah benteng pertama dalam melindungi tubuh kita.