Waspada! Kebiasaan Minum Manis Ternyata Jadi Pemicu Tersembunyi Kanker Hati
Kamis, 11 Jun 2026 10:34 WIB
Kabarmalam.com — Kesegaran segelas minuman manis atau bersoda di tengah cuaca terik memang sulit untuk ditolak. Namun, di balik rasa manis yang memanjakan lidah, tersimpan ancaman serius yang mengintai kesehatan organ dalam kita, khususnya hati. Sebuah riset terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai dampak jangka panjang dari kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula tersebut.
Para peneliti baru-baru ini melakukan analisis mendalam terhadap data pola makan dari lebih dari 1,5 juta orang dewasa. Studi berskala besar ini merangkum hasil dari 11 penelitian jangka panjang untuk melihat korelasi antara konsumsi minuman manis, baik yang menggunakan gula tambahan maupun pemanis buatan, terhadap risiko munculnya kanker hati.
Temuan Riset: Gula Tambahan dan Risiko Kanker
Selama periode pemantauan yang mencapai rata-rata 18 tahun, para peserta riset secara rutin mengisi kuesioner frekuensi makanan. Hasilnya cukup mengkhawatirkan. Mengonsumsi sugar-sweetened beverages (SSB) atau minuman dengan gula tambahan dalam jumlah tinggi terbukti berkaitan erat dengan peningkatan risiko dua subtipe utama kanker hati, yakni karsinoma hepatoseluler dan kolangiokarsinoma intrahepatik.
Menariknya, studi yang dipimpin oleh Cocy Watling dari National Cancer Institute dan dipublikasikan dalam jurnal JAMA Network Open ini menemukan hal berbeda pada pemanis buatan. Minuman dengan pemanis buatan atau artificially sweetened beverages (ASB) justru tidak menunjukkan keterkaitan yang signifikan dengan risiko kanker hati secara keseluruhan maupun subtipe-nya.
Beban Berat Bagi Organ Hati
Meski penelitian ini bersifat observasional dan tidak secara langsung membuktikan sebab-akibat yang absolut, para ahli menekankan bahwa temuan ini memperkuat bukti mengenai dampak buruk gula terhadap kesehatan tubuh jangka panjang. Hati memiliki peran sentral sebagai tempat karbohidrat dari makanan diubah menjadi lemak.
Ketika kadar gula yang masuk ke tubuh terlalu tinggi, organ hati akan bekerja ekstra keras dan terbebani. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini memicu penumpukan lemak yang berlebihan, yang kemudian berkembang menjadi penyakit hati berlemak. Jika terus dibiarkan, kondisi ini merupakan pintu masuk bagi penyakit kronis lainnya seperti diabetes dan penyakit jantung.
Ancaman Penyakit Jantung dan Stroke
Kaitan antara gula tambahan dan kesehatan sebenarnya bukan hal baru. Penelitian lain di tahun 2023 yang diterbitkan dalam BMC Medicine juga menunjukkan bahwa konsumsi gula tambahan yang tinggi secara drastis meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Semakin banyak asupan gula yang kita konsumsi, semakin tinggi pula risiko kesehatan yang harus kita tanggung di masa depan.
Mengingat jutaan warga Indonesia saat ini terdeteksi mengidap penyakit hati kronis, hasil riset ini menjadi peringatan keras bagi kita semua untuk lebih bijak dalam mengatur pola makan sehat. Mengurangi minuman manis bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan langkah preventif yang krusial untuk melindungi organ hati dari ancaman kanker yang mematikan.