Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada Rhabdomyolysis: Ketika Ambisi Olahraga Ekstrem Justru Berujung Gagal Ginjal Akut

Wahid | kabarmalam.com
Rabu, 10 Jun 2026 19:35 WIB
Waspada Rhabdomyolysis: Ketika Ambisi Olahraga Ekstrem Justru Berujung Gagal Ginjal Akut

Kabarmalam.com — Semangat untuk mengejar kebugaran fisik seringkali membuat seseorang lupa akan batasan tubuhnya sendiri. Namun, sebuah insiden medis yang menimpa seorang pemuda berusia 23 tahun di China baru-baru ini menjadi pengingat yang sangat keras. Alih-alih mendapatkan tubuh atletis, pemuda tersebut justru harus terbaring di rumah sakit akibat mengalami gagal ginjal akut setelah menjalani sesi olahraga yang terlampau ekstrem.

Fenomena ini bukan lagi kasus tunggal yang langka. Laporan dari berbagai jurnal medis internasional menunjukkan bahwa diagnosis exertional rhabdomyolysis atau kerusakan otot akibat aktivitas fisik berlebih kini semakin sering ditemukan. Tren ini ditengarai muncul seiring dengan meningkatnya popularitas tantangan kebugaran ekstrem yang kerap berseliweran di media sosial tanpa pengawasan profesional.

Mengenal ‘Unaccustomed Exercise’ dan Bahaya yang Mengintai

Dr. Mark Tarnopolsky, seorang pakar dari McMaster University, Kanada, mengungkapkan bahwa malapetaka kesehatan ini biasanya dipicu oleh apa yang disebut sebagai unaccustomed exercise. Secara sederhana, ini adalah jenis atau intensitas olahraga aman yang dipaksakan saat otot tubuh belum memiliki adaptasi atau kesiapan yang cukup.

Baca Juga  Rahasia Detoks Alami: 3 Bahan Super untuk Menjaga Ginjal Tetap Bersih dan Sehat

“Kondisi ini rentan menyerang mereka yang memaksakan diri melakukan gerakan berat yang belum pernah dilakukan sebelumnya, atau orang yang langsung tancap gas dengan porsi latihan berat setelah lama tidak berolahraga,” jelas Dr. Tarnopolsky. Tubuh yang terkejut karena tekanan fisik luar biasa akan mengalami kerusakan jaringan otot secara masif.

Kapan Pegal Otot Menjadi Sinyal Bahaya?

Merasakan nyeri otot atau Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) setelah latihan memang hal yang lumrah. Namun, masyarakat harus mampu membedakan mana pegal biasa dan mana kerusakan otot yang mengancam nyawa. Menurut tinjauan medis di tips kesehatan kami, ada batas kritis yang tidak boleh diabaikan.

“Jika kondisi otot sudah sangat ekstrem hingga kaki sulit ditekuk, lengan kaku permanen, atau yang paling fatal adalah warna urine berubah menjadi gelap seperti teh, itu adalah tanda bahaya besar. Hal itu menandakan protein otot sudah bocor dan tumpah ke dalam sistem pembuangan tubuh,” tambah Dr. Tarnopolsky memperingatkan.

Baca Juga  Waspada! Kenali Tanda Awal Penyakit Ginjal dari Perubahan Urine dan Kulit yang Sering Terabaikan

Rantai Komplikasi Fatal: Dari Cuci Darah hingga Jantung

Ketika sel-sel otot hancur secara masif, mereka akan melepaskan komponen berbahaya seperti protein mioglobin dan enzim creatine kinase (CK) ke dalam aliran darah. Jika pasien tidak segera mendapatkan penanganan medis berupa hidrasi cairan infus yang intensif, racun-racun otot ini akan memicu rentetan komplikasi yang mematikan, di antaranya:

  • Gagal Ginjal Akut: Protein mioglobin yang berukuran besar dapat menyumbat saluran penyaringan ginjal, merusak organ tersebut, hingga pasien terpaksa harus menjalani prosedur cuci darah (dialisis).
  • Sindrom Kompartemen: Pembengkakan otot yang sangat hebat bisa menekan pembuluh darah dan saraf di sekitarnya. Dalam kondisi darurat, dokter mungkin harus melakukan tindakan bedah berupa sayatan kulit untuk meredakan tekanan yang menghambat aliran darah.
  • Gangguan Irama Jantung: Hancurnya sel otot menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, terutama lonjakan kadar kalium. Hal ini sangat berbahaya karena dapat memicu gangguan detak jantung hingga henti jantung mendadak.
Baca Juga  Potensi Luar Biasa Daun Apa-apa, Penemuan Tim Unair untuk Lawan Kanker Serviks dan Payudara

Melalui ulasan ini, Kabarmalam.com mengingatkan bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas yang meledak-ledak namun membahayakan nyawa. Pastikan untuk selalu mendengarkan sinyal tubuh dan melakukan pemanasan serta adaptasi secara bertahap dalam setiap sesi latihan Anda.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid