Ikuti Kami
kabarmalam.com

Potensi Luar Biasa Daun Apa-apa, Penemuan Tim Unair untuk Lawan Kanker Serviks dan Payudara

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 16 Apr 2026 18:35 WIB
Potensi Luar Biasa Daun Apa-apa, Penemuan Tim Unair untuk Lawan Kanker Serviks dan Payudara

Kabarmalam.com — Di balik namanya yang unik dan kerap dianggap remeh, tanaman lokal “Apa-apa” (Flemingia macrophylla) ternyata menyimpan rahasia besar bagi dunia medis. Sebuah tim peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) berhasil mengungkap potensi luar biasa dari tanaman ini sebagai agen antikanker yang tangguh, khususnya dalam menghadapi ancaman kanker serviks dan kanker payudara.

Riset yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mulyadi Tanjung dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Unair ini membuktikan bahwa kekayaan alam nusantara masih menyimpan banyak teka-teki yang bisa menjadi solusi kesehatan global. Prof. Mulyadi menegaskan bahwa pemilihan tanaman Apa-apa bukanlah tanpa alasan yang kuat. Pihaknya mengintegrasikan aspek ilmiah, pendidikan, hingga potensi praktis agar temuan ini bisa dikembangkan lebih jauh di masa depan.

Penemuan Dua Senyawa Baru yang Mematikan Sel Kanker

Dalam perjalanan risetnya, tim Unair berhasil mengisolasi dua senyawa kimia baru yang belum pernah ditemukan sebelumnya, yaitu deoksihomoflemingin dan 3-hidroksiflemingin A. Keduanya merupakan hasil ekstraksi dari daun tanaman tersebut yang kemudian diuji secara intensif di laboratorium.

Baca Juga  Mengenang Nadia Farès: Sang Bintang Prancis yang Berpulang Usai Insiden Tragis di Kolam Renang

Hasilnya sangat menggembirakan. Melalui pengujian in vitro, kedua senyawa ini menunjukkan kemampuan yang sangat kuat dalam menghambat pertumbuhan sekaligus memicu kematian sel kanker, baik pada sel kanker serviks maupun kanker payudara. Senyawa ini merupakan bagian dari metabolit sekunder yang secara alami dihasilkan tanaman untuk pertahanan diri, namun ternyata memiliki manfaat medis yang sangat besar bagi manusia.

Dari Mitos Tradisional ke Meja Laboratorium

Tanaman Apa-apa sebenarnya bukan hal asing bagi masyarakat di pulau Jawa. Secara tradisional, daun ini sering dimanfaatkan untuk kesehatan reproduksi wanita hingga perawatan kulit. Bahkan, di beberapa daerah, keberadaannya sempat dikaitkan dengan unsur mistis. Namun, Prof. Mulyadi melihat hal ini dari kacamata yang berbeda.

Baca Juga  Kisah Lucy Liu Jalani Operasi Akibat Salah Diagnosa Kanker: Sebuah Pelajaran Penting Tentang Advokasi Diri

“Minimnya penelitian ilmiah mengenai daun ini justru menjadi peluang besar bagi kami. Struktur kimia yang kami temukan sangat unik dan berbeda dari penelitian-penelitian sebelumnya,” jelas Prof. Mulyadi dalam keterangan resminya. Daun dipilih sebagai fokus utama karena merupakan bagian tanaman yang paling kaya akan kandungan senyawa aktif.

Senjata Rahasia Bernama Flavonoid

Secara lebih mendalam, riset ini mengungkap bahwa Daun Apa-apa mengandung flavonoid jenis calkon tergeranilasi yang memiliki tingkat aktivitas antioksidan sangat tinggi. Zat inilah yang bekerja efektif menghambat pertumbuhan sel kanker sejak tahap awal penyebaran.

Meskipun hasilnya sangat menjanjikan, Prof. Mulyadi mengingatkan bahwa perjalanan menuju obat komersial masih panjang. Saat ini, penelitian masih berada pada tahap awal atau uji laboratorium (in vitro). Langkah selanjutnya adalah melakukan uji pada hewan (in vivo) sebelum akhirnya melangkah ke tahap uji klinis pada manusia.

Baca Juga  Kisah Haru Rizki Mulyani: Perjuangan Melawan Kanker Payudara Stadium 4 di Usia Muda

Harapan Baru untuk Kemandirian Obat Nasional

Temuan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam kancah riset farmasi global. Dengan memanfaatkan kekayaan hayati lokal yang melimpah, ketergantungan pada bahan baku obat impor diharapkan bisa berkurang. Tim peneliti juga berencana untuk mengeksplorasi jenis tanaman Flemingia lainnya yang tersebar di wilayah Indonesia guna mencari potensi obat antikanker yang lebih luas lagi.

  • Tanaman ditemukan liar di wilayah Jawa Timur.
  • Mengandung antioksidan tinggi untuk menangkal radikal bebas.
  • Berpotensi menjadi alternatif pengobatan kanker berbasis bahan alam yang lebih aman.

Keberhasilan tim Unair ini memberikan secercah harapan baru bagi para pejuang kanker dan membuktikan bahwa solusi untuk masalah kesehatan berat terkadang berada tepat di sekitar kita, tersembunyi dalam helai daun yang selama ini mungkin kita abaikan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid