Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada Nyeri Pinggang saat WFC, Kenali Perbedaan Pegal Biasa dan Gejala Saraf Kejepit

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 08 Jun 2026 06:34 WIB
Waspada Nyeri Pinggang saat WFC, Kenali Perbedaan Pegal Biasa dan Gejala Saraf Kejepit

Kabarmalam.com — Tren bekerja dari mana saja atau Work from Cafe (WFC) kini telah menjadi bagian dari gaya hidup kaum urban dan Gen Z. Namun, di balik kenyamanan suasana kedai kopi dan aroma kafein yang memikat, terselip risiko kesehatan yang mengintai tulang belakang. Banyak pelaku WFC mengeluhkan rasa nyeri di area pinggang setelah duduk berjam-jam, yang sering kali dianggap sebagai pegal biasa akibat kelelahan.

Meski demikian, Anda perlu meningkatkan kewaspadaan. Menurut dr. Victorio, SpBS, seorang spesialis bedah saraf dari Lamina Hospital, tidak semua rasa tidak nyaman di punggung merupakan nyeri otot biasa. Kondisi tersebut bisa saja merupakan gejala saraf kejepit atau dalam istilah medis disebut sebagai Hernia Nukleus Pulposus (HNP).

Ciri Khas Saraf Kejepit yang Perlu Diwaspadai

Pria yang akrab disapa dr. Rio ini menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mencolok antara nyeri pinggang biasa dengan gangguan saraf yang serius. Salah satu indikator utamanya adalah arah rambatan rasa sakit tersebut.

Baca Juga  Rahasia Bugar Jokowi di Solo: Mengupas Manfaat Dahsyat Yoga untuk Kesehatan Fisik dan Mental

“Saraf kejepit memiliki ciri khas yang sangat spesifik, yaitu apabila nyerinya sudah menjalar hingga ke kaki,” ungkap dr. Rio. Hal ini berbeda dengan kondisi yang disebut sebagai axial pain, di mana rasa nyeri hanya berpusat atau terbatas pada satu area tulang belakang saja, seperti di leher atau punggung bawah tanpa disertai sensasi menjalar ke anggota tubuh lain.

Jika Anda hanya merasakan pegal yang terlokalisasi, biasanya kondisi tersebut masih tergolong ringan. Namun, jika rasa nyeri mulai merambat ke paha hingga ujung kaki, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kesehatan tulang belakang Anda.

Postur Tubuh dan Pilihan Kursi Jadi Kunci

Mengapa WFC sering kali memicu masalah ini? Jawabannya terletak pada ergonomi. Duduk dalam waktu lama dengan postur yang buruk merupakan pemicu utama kerusakan pada bantalan tulang belakang. Kursi kafe yang desainnya lebih mengutamakan estetika ketimbang kesehatan sering kali memaksa tubuh berada dalam posisi yang tidak alami.

Baca Juga  Belajar dari Kasus Viktor Axelsen, Waspadai Ancaman Saraf Kejepit Saat Berolahraga

“Sangat dianjurkan untuk memilih kursi yang ergonomis karena memang dirancang mengikuti lekuk alami tubuh manusia,” tambah dr. Rio. Namun, mengingat tidak semua kafe menyediakan fasilitas tersebut, ada beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan oleh para pegiat work from cafe agar tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan.

Tips Menghindari Saraf Kejepit saat Bekerja

Untuk meminimalisir risiko cedera saraf, dr. Rio membagikan dua tips praktis yang bisa Anda terapkan mulai sekarang:

  • Pilih Kursi yang Tepat: Hindari kursi yang terlalu empuk atau membuat tubuh tenggelam. Kursi dengan permukaan yang sedikit keras justru lebih baik dalam menopang beban tubuh secara merata.
  • Lakukan Relaksasi Berkala: Jangan terpaku pada layar laptop terlalu lama. Setiap satu hingga dua jam sekali, pastikan Anda berdiri dan melakukan peregangan ringan. Hal ini penting untuk memberikan relaksasi pada otot dan sendi agar saraf tidak mengalami tekanan yang konstan secara mendadak.
Baca Juga  Dibalik Label 'Less Sugar': Mengapa Banyak Minuman Kekinian Tetap Terjerembab di Nutri Level C dan D?

Memahami batasan tubuh saat bekerja adalah kunci utama agar produktivitas tetap terjaga. Jika keluhan nyeri mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk mencari tips kesehatan profesional guna mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kondisi semakin parah.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid