Ikuti Kami
kabarmalam.com

Christian Eriksen Kembali Kolaps di Lapangan, Teknologi ICD Buktikan Peran Vital bagi Sang Maestro Denmark

Wahid | kabarmalam.com
Senin, 08 Jun 2026 13:04 WIB
Christian Eriksen Kembali Kolaps di Lapangan, Teknologi ICD Buktikan Peran Vital bagi Sang Maestro Denmark

Kabarmalam.com — Keheningan sempat menyelimuti stadion saat Christian Eriksen, gelandang andalan Denmark, kembali terjatuh di tengah lapangan dalam sebuah insiden yang memicu kekhawatiran besar. Pemain yang dikenal dengan visi bermainnya yang luar biasa ini dilaporkan sempat tak sadarkan diri sejenak sebelum akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cepat di pinggir lapangan.

Peristiwa mendebarkan ini terjadi dalam laga uji coba antara Denmark kontra Ukraina pada Senin (8/6/2026) dini hari WIB. Memasuki menit ke-65, Eriksen yang kini memperkuat klub Wolfsburg terlihat menunjukkan gestur tidak nyaman dan memegangi dadanya. Tak lama berselang, ia tersungkur, membuat rekan setim dan penonton teringat akan trauma masa lalu yang pernah menimpa sang pemain.

Beruntung, situasi kali ini tidak sekelam insiden beberapa tahun silam. Melansir laporan dari media Denmark, Eriksen segera siuman tak lama setelah mendapatkan penanganan awal. Bahkan, ia mampu bangkit dan berjalan sendiri menuju ambulans yang akan membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga  Langkah Visioner Siloam Hospitals Gandeng ICON, Perkuat Posisi Indonesia dalam Peta Riset Medis Global

Peran Vital Alat Pacu Jantung (ICD)

Dokter tim Denmark, Morten Boesen, memberikan pernyataan yang sedikit melegakan bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Menurutnya, alat pacu jantung yang tertanam di tubuh Eriksen bekerja sesuai fungsinya dalam mendeteksi dan menangani gangguan irama jantung secara instan.

“Christian dalam kondisi yang baik saat meninggalkan lapangan. Dari apa yang saya amati, perangkat pacu jantungnya merespons gangguan tersebut sebagaimana mestinya,” ungkap Boesen. Meski demikian, tim medis tidak ingin gegabah. Pemeriksaan mendalam tetap dilakukan untuk mengidentifikasi pemicu utama di balik insiden henti jantung yang kembali berulang tersebut.

Kejadian ini merupakan kali kedua bagi pemain berusia 34 tahun itu mengalami masalah serius pada jantungnya di atas lapangan hijau dalam rentang lima tahun terakhir. Sebagaimana diketahui, pada EURO 2021 di Kopenhagen, Eriksen pernah mengalami henti jantung total yang mengharuskannya menerima tindakan CPR darurat untuk menyelamatkan nyawanya.

Baca Juga  Lawan Kolesterol Jahat dengan 6 Pilihan Jus Buah Segar yang Ampuh Jaga Kesehatan Jantung

Teknologi Penyelamat Nyawa di Balik Kulit

Pasca-insiden 2021, Eriksen dan keluarga sepakat mengambil langkah medis krusial dengan memasang Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD). Alat ini merupakan perangkat elektronik kecil yang ditanam di bawah kulit, tepatnya di area bawah tulang selangka melalui prosedur operasi minor.

Mengacu pada standar medis kesehatan jantung, ICD berfungsi sebagai penjaga otomatis. Alat ini terus memantau detak jantung dan akan melepaskan impuls listrik kejut jika mendeteksi adanya aritmia atau irama jantung yang tidak normal. Tujuannya adalah mengembalikan ritme jantung ke kondisi stabil secara seketika.

Baterai ICD sendiri dirancang untuk bertahan hingga 8 tahun, tergantung pada seberapa sering alat tersebut harus bekerja memberikan kejutan listrik. Bagi atlet profesional seperti Eriksen, keberadaan ICD menjadi satu-satunya alasan yang memungkinkannya untuk terus berkarier di level tertinggi setelah mengalami gangguan fungsi jantung yang fatal.

Baca Juga  Fenomena Pemasangan Ring Jantung yang 'Belum Perlu', Ini Peringatan Keras Dirut BPJS Kesehatan

Kasus Eriksen ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan olahraga yang aman dan pemantauan kondisi fisik secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat medis pada organ vital. Hingga kini, dukungan terus mengalir bagi sang maestro agar dapat segera pulih sepenuhnya.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid