Ikuti Kami
kabarmalam.com

Jabodetabek Serasa ‘Mendidih’, Simak Panduan Lengkap Kemenkes Agar Terhindar dari Heatstroke

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 30 Apr 2026 07:34 WIB
Jabodetabek Serasa 'Mendidih', Simak Panduan Lengkap Kemenkes Agar Terhindar dari Heatstroke

Kabarmalam.com — Langit biru tanpa awan yang membentang di atas wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir ternyata menyimpan tantangan tersendiri bagi masyarakat. Teriknya sinar matahari yang terasa begitu menyengat seolah membuat kawasan megapolitan ini terasa ‘mendidih’. Fenomena suhu tinggi ini bukan sekadar perasaan kolektif warga, melainkan didukung oleh data meteorologi yang menunjukkan adanya lonjakan suhu yang cukup signifikan.

Suhu Maksimum Tembus 36 Derajat Celsius

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa cuaca panas yang melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dipicu oleh dominasi kondisi cuaca cerah. Prakirawan BMKG, Rira Damanik, mengungkapkan bahwa suhu maksimum di beberapa titik, terutama di wilayah Jakarta Utara, telah menyentuh angka 35 hingga 36 derajat Celsius.

“Kondisi cuaca cerah yang mendominasi sejak pagi hingga siang hari menyebabkan radiasi matahari masuk ke bumi tanpa banyak hambatan awan, sehingga suhu udara terasa sangat terik,” jelas Rira saat memberikan keterangan mengenai dinamika atmosfer terkini.

Baca Juga  Jabodetabek 'Mendidih' Tembus 36 Derajat, BMKG Prediksi Cuaca Terik Berlanjut Hingga Mei

Mewaspadai Ancaman Heatstroke yang Mematikan

Di balik panas yang menyengat, ada risiko kesehatan serius yang mengintai, mulai dari dehidrasi ringan hingga kondisi fatal yang disebut dengan heatstroke. Heatstroke atau sengatan panas terjadi ketika suhu tubuh meningkat drastis hingga melampaui kemampuan tubuh untuk mendinginkan diri, yang berdampak pada gangguan sistem saraf pusat.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kondisi ini jika tidak segera ditangani dapat memicu kerusakan jaringan tubuh secara permanen hingga kegagalan organ. Beberapa gejala peringatan yang harus Anda waspadai meliputi:

  • Suhu tubuh meningkat drastis namun tubuh berhenti berkeringat.
  • Munculnya rasa bingung, gelisah, serta perubahan suasana hati yang cepat (mudah marah).
  • Sakit kepala yang intens disertai mual dan muntah.
  • Detak jantung yang berdebar kencang (palpitasi).
  • Kelemahan pada otot, kejang, hingga kehilangan kesadaran atau pingsan.
Baca Juga  Waspada! Gempa M7,6 Guncang Ternate dan Manado Picu Tsunami Kecil, Ini Penjelasan BMKG

Panduan Sehat Menghadapi Cuaca Ekstrem dari Kemenkes

Agar tetap bisa beraktivitas dengan aman di tengah suhu ekstrem, Kemenkes telah merilis protokol kesehatan khusus bagi masyarakat. Berikut adalah langkah-langkah preventif yang bisa Anda terapkan:

  • Batasi Aktivitas Fisik: Kurangi kegiatan berat di luar ruangan saat matahari sedang berada di puncak kekuatannya.
  • Perhatikan Asupan Cairan: Pastikan kebutuhan air mineral tercukupi sepanjang hari untuk mencegah dehidrasi. Hindari minuman berkafein, minuman energi, alkohol, serta minuman dengan kadar gula tinggi yang justru mempercepat hilangnya cairan tubuh.
  • Perlindungan Eksternal: Hindari kontak langsung dengan sinar matahari. Gunakan payung, topi lebar, dan tabir surya (sunscreen) dengan minimal SPF 30 pada bagian kulit yang terbuka.
  • Pilihan Pakaian: Gunakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan berwarna terang yang tidak menyerap panas matahari.
  • Cari Tempat Berteduh: Sebisa mungkin hindari berada di bawah paparan matahari langsung pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
  • Siapkan Air Dingin: Membawa botol semprot berisi air dingin di dalam kendaraan atau tas dapat membantu memberikan kesegaran instan saat suhu mulai terasa tidak tertahankan.
Baca Juga  Waspada! BMKG Ingatkan Hujan Lebat Mengintai NTT, Kota-Kota Ini Juga Kena Dampaknya

Tetap waspada dan jaga kondisi tubuh agar tetap terhidrasi di tengah cuaca yang tak menentu ini. Kesehatan adalah aset utama dalam menghadapi tantangan alam.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid