Rahasia Kesehatan Benjamin Netanyahu Terungkap: Perjuangan Diam-diam PM Israel Melawan Kanker Prostat
Minggu, 26 Apr 2026 13:34 WIB
Kabarmalam.com — Tabir gelap yang menyelimuti kondisi kesehatan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akhirnya tersingkap. Dalam sebuah pengakuan yang mengejutkan publik internasional, pemimpin berusia 76 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menyelesaikan serangkaian perawatan kanker prostat yang dilakukan secara rahasia. Kabar ini sengaja disimpan rapat-rapat sebelum akhirnya dirilis secara resmi bersamaan dengan laporan kesehatan tahunannya pada Jumat (24/4/2026).
Keputusan Netanyahu untuk merahasiakan penyakitnya bukanlah tanpa alasan. Di tengah eskalasi konflik yang terus membara di kawasan Timur Tengah, ia mengaku khawatir jika informasi mengenai penurunan kesehatannya akan dipelintir oleh Iran sebagai amunisi propaganda untuk melemahkan posisi Israel. Melalui sebuah unggahan emosional di platform X, Netanyahu mencoba menenangkan konstituennya dengan pesan yang sarat rasa syukur.
“Segala puji bagi Tuhan, saya telah berhasil mengalahkan ini juga,” tulisnya. Dalam pesan tersebut, ia menegaskan tiga poin utama: ia kini dalam kondisi sehat, memiliki kebugaran fisik yang sangat prima, dan masalah medis pada prostatnya telah tertangani sepenuhnya secara tuntas.
Kronologi Penemuan Tumor dan Penanganan Medis
Dibalik pernyataan singkat Netanyahu, tersimpan detail medis yang cukup serius. Profesor Aron Popovtzer dari Hadassah Medical Center, yang merupakan dokter pendamping sang Perdana Menteri, memaparkan melalui sebuah rekaman video bahwa Benjamin Netanyahu didiagnosis mengidap adenokarsinoma prostat stadium awal. Tumor tersebut ditemukan dengan ukuran yang relatif kecil, yakni sekitar 0,9 sentimeter.
Penemuan sel kanker ini terjadi beberapa bulan lalu, saat Netanyahu menjalani pemeriksaan rutin pasca-operasi pengangkatan prostat yang sempat ia lalui pada Desember 2024. Prof. Popovtzer menjelaskan bahwa penyakit jenis ini memang kerap ditemukan pada pria dalam kelompok usia Netanyahu. Sebagai langkah antisipasi, tim dokter menyodorkan dua opsi: pemantauan berkala yang ketat atau tindakan langsung berupa terapi radiasi.
Tanpa ragu, sang pemimpin Israel memilih jalur agresif dengan menjalani terapi radiasi sekitar dua setengah bulan yang lalu. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tersisa dan memungkinkannya kembali fokus sepenuhnya pada urusan negara.
Laporan Kesehatan Tahunan: Hasil yang Menggembirakan
Setelah menjalani serangkaian prosedur medis yang intensif, hasil pencitraan dan tes darah terbaru membawa kabar melegakan. Tim medis mengonfirmasi bahwa sel kanker tersebut telah hilang dari tubuh Netanyahu. Meski demikian, sebagai prosedur standar bagi penyintas kanker, ia akan tetap berada di bawah pemantauan medis yang rutin di masa mendatang.
Tak hanya soal prostat, laporan kesehatan tahunan Netanyahu secara umum menunjukkan tren positif. Beberapa poin penting dalam laporan tersebut meliputi:
- Kondisi jantung yang stabil dan sehat sejak pemasangan alat pacu jantung pada Juli 2023.
- Hasil tes darah yang berada dalam ambang batas normal.
- Kebugaran fisik yang dianggap sangat baik untuk pria seusianya.
Meskipun performa fisiknya dipuji, keterbukaan informasi mengenai kesehatan Netanyahu tetap menjadi sorotan tajam di dalam negeri. Sebelum pengakuan ini, sang Perdana Menteri sempat beberapa kali naik ke meja operasi, termasuk untuk operasi hernia pada Maret 2024 dan prosedur prostat pada Desember 2024. Kurangnya transparansi dalam rentetan tindakan medis tersebut sempat memicu gelombang kritik dari publik yang menuntut kejujuran penuh mengenai kapasitas fisik pemimpin mereka dalam menakhodai negara di masa krisis.