Ikuti Kami
kabarmalam.com

Buntut Insiden Bayi Nyaris Tertukar di NICU, RSHS Bandung Nonaktifkan Perawat dan Lakukan Evaluasi Total

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 10 Apr 2026 15:36 WIB
Buntut Insiden Bayi Nyaris Tertukar di NICU, RSHS Bandung Nonaktifkan Perawat dan Lakukan Evaluasi Total

Kabarmalam.com — Kabar kurang sedap datang dari dunia medis di Jawa Barat. Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akhirnya mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan salah satu oknum perawat yang terlibat dalam insiden bayi nyaris tertukar di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Kejadian yang sempat memicu kekhawatiran publik ini menjadi perhatian serius pihak manajemen dan regulator kesehatan.

Sanksi Tegas dan Mutasi Tugas

Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi, menjelaskan bahwa perawat yang bersangkutan kini telah dipindahkan ke bagian yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan pasien. Langkah ini diambil sebagai bentuk sanksi administratif serta bagian dari proses pemeriksaan internal lebih lanjut.

Baca Juga  Belajar dari Jepang, BGN Optimis Program Makan Bergizi Gratis Mampu Dongkrak Tinggi Badan dan Kualitas SDM Indonesia

“Perawat tersebut telah kami nonaktifkan dari tugas pelayanan pasien dan dipindahkan ke bagian administrasi. Selain itu, kami juga telah menjatuhkan sanksi berupa Surat Peringatan Pertama (SP1),” ungkap Rachim dalam keterangan resminya. Tindakan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh tenaga medis di lingkungan RSHS untuk selalu mengedepankan ketelitian dalam bekerja.

Klarifikasi Kemenkes: Murni Faktor Kelalaian

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berusaha meredam spekulasi liar yang beredar di masyarakat mengenai dugaan adanya unsur kesengajaan atau tindak kriminal dalam insiden ini. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa peristiwa tersebut adalah sebuah kekhilafan manusia (human error).

Baca Juga  Menkes Budi Gunadi Tegaskan Tak Ada Penculikan di RSHS Bandung, Kasus Bayi Nyaris Tertukar Masuki Babak Baru

“Kami tegaskan tidak ada niat untuk melakukan tindakan di luar prosedur hukum, seperti penculikan atau kejahatan lainnya. Berdasarkan hasil penelusuran, ini murni kekhilafan dari perawat yang saat itu bertugas menjaga bayi tersebut,” ujar Aji saat memberikan keterangan di Jakarta Selatan.

Komitmen Pembenahan Internal dan SOP

Sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap kepercayaan masyarakat, pihak manajemen RSHS Bandung menyatakan keterbukaannya jika Kemenkes ingin melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Rachim juga menekankan pentingnya penguatan kembali Standard Operating Procedure (SOP) agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Beberapa langkah evaluasi yang akan dilakukan antara lain:

  • Pembinaan intensif kepada seluruh perawat mengenai etika dan profesionalisme kerja.
  • Audit ketat terhadap prosedur penyerahan bayi dari tenaga medis kepada orang tua.
  • Peningkatan pengawasan di area-area sensitif seperti ruang NICU dan persalinan.
  • Sosialisasi ulang mengenai prosedur medis yang berlaku di rumah sakit.
Baca Juga  Waspadai Komplikasi Campak! Pakar Paru Ungkap Gejala Pneumonia yang Sering Terabaikan

Pihak manajemen RSHS secara terbuka telah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga korban atas ketidaknyamanan yang dialami. Mereka berkomitmen bahwa kenyamanan dan keamanan pasien akan tetap menjadi prioritas utama dalam menjalankan misi pelayanan publik di bidang kesehatan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid