Jejak Pelarian Berakhir, Satgas Damai Cartenz Lumpuhkan Anggota KKB Pembunuh Warga Maros di Mimika
Minggu, 26 Apr 2026 22:04 WIB
Kabarmalam.com — Satuan Tugas (Satgas) Ops Damai Cartenz 2026 berhasil mengakhiri pelarian panjang seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) berinisial TJ, yang juga dikenal dengan identitas K alias AW. Pelaku yang telah menjadi buron selama dua bulan terakhir ini diringkus di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, setelah sebelumnya terlibat dalam aksi keji yang merenggut nyawa seorang warga sipil asal Sulawesi Selatan.
Pengejaran intensif terhadap TJ mencapai titik puncaknya pada Minggu, 26 April 2026. Aparat keamanan berhasil mengendus keberadaan pelaku di area SP 2, Mimika, sekitar pukul 10.56 WIT. Namun, proses penangkapan tidak berjalan mulus karena pelaku mencoba melakukan perlawanan sengit dan berusaha melarikan diri ke arah hutan di sekitar lokasi penangkapan.
Tindakan Tegas di Tengah Perlawanan
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, mengonfirmasi bahwa petugas di lapangan terpaksa mengambil langkah drastis untuk menghentikan pelarian tersebut. “Saat akan diamankan, yang bersangkutan melakukan perlawanan dan mencoba kabur, sehingga petugas memberikan tindakan tegas dan terukur yang mengenai bagian kaki sebelah kiri pelaku,” ujar Yusuf dalam keterangan resminya yang diterima tim Kabarmalam.
Setelah berhasil dilumpuhkan, TJ segera dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Timika guna mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Berdasarkan proses identifikasi yang dilakukan secara mendalam, diketahui bahwa TJ merupakan anggota aktif dari KKB Mewoluk di bawah komando pimpinan Ternus Enumbi.
Rekam Jejak Kriminal di Puncak Jaya
Nama TJ telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) menyusul insiden berdarah yang terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026 lalu. Kala itu, TJ terlibat dalam aksi penembakan terhadap seorang warga bernama Ahmad Gunawan (41) di pertigaan Puskesmas Ilu, Kabupaten Puncak Jaya. Korban yang saat itu sedang berjaga di kiosnya, menghembuskan napas terakhir setelah mendapatkan perawatan medis akibat luka tembak yang dideritanya.
Selama masa pelariannya, TJ dikenal cukup licin karena kerap berpindah-pindah wilayah demi menghindari sergapan petugas. Jejaknya tercatat pernah berada di Puncak Jaya, Beoga, hingga Intan Jaya, sebelum akhirnya terpojok di Mimika. Diduga kuat, mobilitas tinggi ini juga dilakukan untuk mencari tambahan pasokan senjata dan amunisi bagi kelompoknya.
Keberhasilan penangkapan ini menjadi angin segar bagi upaya penegakan hukum di tanah Papua. Pihak berwenang menegaskan tidak akan memberi ruang bagi kelompok-kelompok yang terus mengganggu stabilitas keamanan dan mengancam nyawa warga sipil yang tidak berdosa.