Kisah Pejuang Kanker Ginjal Asal Surabaya: Bertahan Hidup dengan Satu Ginjal di Usia 35 Tahun
Rabu, 22 Apr 2026 14:35 WIB
Kabarmalam.com — Bayangkan di usia produktif 35 tahun, dunia yang Anda bangun dengan susah payah tiba-tiba terasa runtuh dalam sekejap. Itulah kenyataan pahit yang harus dihadapi Mohammad Rizal Putra Hadi, seorang pria asal Surabaya yang kini harus menjalani sisa hidupnya hanya dengan satu ginjal. Kisah perjuangannya melawan keganasan kanker ini menjadi viral setelah ia membagikan pengalamannya melalui akun TikTok @rizalfuel.
Perjalanan medis Rizal bermula pada Juli 2025, sebuah periode yang mengubah garis hidupnya selamanya. Tanpa ada gejala kronis sebelumnya, ia mendadak didera rasa nyeri hebat di perut bagian kanan yang menjalar hingga ke punggung. Diagnosis awal sempat memberikan harapan palsu; dokter menduga ia hanya menderita batu ginjal berukuran sekitar 3 cm.
Transformasi Menakutkan: Dari Batu Menjadi Kanker Ganas
Namun, kelegaan Rizal tak bertahan lama. Pertumbuhan massa di dalam tubuhnya bergerak dengan kecepatan yang di luar nalar medis biasa. Pada pemeriksaan CT scan dan MRI menyeluruh di bulan September, ukuran yang semula dikira batu kecil itu telah membengkak menjadi 8 cm. “Perasaanku saat tahu kena kanker ginjal, jujur sedih banget. Kayak duniaku itu benar-benar runtuh,” ungkap Rizal mengenang momen emosional tersebut.
Kenyataan jauh lebih pahit ketika hasil pemeriksaan sampel keluar. Rizal divonis mengidap kanker ginjal jenis Sarkoma Grade 4. Ini adalah tipe kanker yang paling agresif dan mematikan, yang pertumbuhannya terjadi dalam hitungan minggu. Pada akhir November 2025, ukuran massa di ginjalnya telah mencapai angka fantastis, yakni 18 cm.
Dilema Medis dan Keputusan Berani demi Nyawa
Kondisi Rizal kian mengkhawatirkan saat ia mulai mengalami gejala klinis yang berat, seperti kencing berdarah dan kelelahan ekstrem. Meskipun ia merupakan peserta BPJS Kesehatan, prosedur administrasi dan antrean operasi membuatnya harus menunggu lebih lama. Padahal, sel kanker di tubuhnya tidak memberikan toleransi waktu sedikitpun.
“Dokter menjelaskan jika tidak segera dilakukan operasi, kanker itu bisa saja lengket dan menempel pada organ lain yang bisa mempersulit pengangkatan,” jelasnya. Sadar bahwa nyawanya menjadi taruhan, Rizal akhirnya mengambil keputusan besar untuk menjalani operasi pengangkatan ginjal (nefrektomi) dengan biaya mandiri di sebuah rumah sakit umum pada 6 November 2025.
Operasi Menegangkan dan Kesempatan Kedua
Saat prosedur bedah berlangsung, tim dokter dikejutkan dengan kondisi di dalam rongga perut Rizal. Kanker yang sudah mencapai ukuran 18 cm itu ternyata sudah mulai menempel pada organ-organ di sekitarnya. Situasi ini memaksa dokter utama untuk memanggil bantuan spesialis bedah tambahan demi memastikan pengangkatan yang aman.
Beruntung, perjuangan dan biaya besar yang ia keluarkan membuahkan hasil. “Alhamdulillah cuma nempel saja, tidak sampai lengket. Dokter bedahnya bilang sudah diangkat bersih,” tutur Rizal penuh syukur. Kini, meski harus hidup dengan satu ginjal, Rizal aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya deteksi dini gejala kanker dan tidak mengabaikan rasa sakit pada tubuh.
Kisah Rizal adalah pengingat bagi kita semua bahwa kesehatan adalah aset yang tak ternilai harganya. Ketabahan pria Surabaya ini membuktikan bahwa harapan selalu ada, bahkan ketika kita harus kehilangan salah satu bagian dari tubuh kita untuk tetap bisa bernapas dan melihat hari esok.