Dugaan Keracunan Massal Makan Bergizi Gratis di Cianjur, 63 Balita dan Ibu Menyusui Tumbang
Senin, 20 Apr 2026 10:34 WIB
Kabarmalam.com — Insiden memilukan membayangi pelaksanaan program strategis pemerintah di wilayah Jawa Barat. Sebanyak 63 orang yang didominasi oleh balita dan ibu menyusui dilaporkan mengalami gejala keracunan hebat yang diduga kuat berasal dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi di dua desa, yakni Desa Sukasirna dan Desa Purabaya, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Posyandu
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi, petaka ini bermula saat warga menyantap paket makanan yang dibagikan melalui layanan posyandu setempat. Keluhan kesehatan mulai muncul secara bertahap sejak Rabu (15/4) hingga puncaknya terjadi pada Jumat (17/4) malam.
Kepala Puskesmas Leles, Tedi Nugraha, mengungkapkan bahwa gelombang pasien datang silih berganti ke fasilitas kesehatan. “Awalnya ada yang melapor ke bidan desa dan klinik. Setiap harinya jumlah pasien terus bertambah, belasan orang setiap hari hingga puncaknya pada Jumat malam di mana puluhan warga datang dengan kondisi serupa,” ujar Tedi saat dikonfirmasi pada Minggu (19/4/2026).
Gejala dan Kondisi Korban
Sebanyak 63 pasien yang terdata menjalani perawatan di berbagai titik, mulai dari puskesmas, klinik swasta, hingga bidan desa. Mayoritas korban mengeluhkan gejala yang identik dengan infeksi pencernaan akut akibat makanan atau keracunan.
“Mayoritas yang terdampak adalah kelompok rentan, yaitu balita dan ibu menyusui, meskipun ada juga beberapa siswa sekolah. Gejala utamanya meliputi rasa mual yang hebat, pusing, muntah-muntah, hingga diare,” tambah Tedi menjelaskan situasi di lapangan.
Dinas Kesehatan Cianjur Turun Tangan
Merespons situasi darurat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur segera melakukan langkah cepat untuk mengidentifikasi penyebab pasti insiden tersebut. Kepala Dinkes Cianjur, Made Setiwan, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengumpulkan bukti-bukti medis.
“Kami sudah mengambil sampel sisa makanan yang dikonsumsi warga, termasuk sampel susu dan muntahan dari para korban. Semua sampel tersebut saat ini sedang diuji di laboratorium guna memastikan apakah benar ada kontaminasi bakteri atau zat berbahaya lainnya,” tutur Made.
Kondisi Terkini: Pasien Mulai Membaik
Kabar baiknya, kondisi kesehatan para korban berangsur pulih. Hingga berita ini diturunkan, sebagian besar dari 63 warga yang terdampak sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan medis intensif.
“Saat ini hanya tersisa beberapa orang saja yang masih dalam masa observasi dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan. Sebagian besar sudah dinyatakan sehat dan pulih,” pungkas Made. Kasus ini kini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dalam mengevaluasi standar penyajian dan kebersihan program pangan di tengah masyarakat.