Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dorong NU Perkuat Kemanfaatan Nyata Melalui Ekonomi dan Teknologi STEM
Minggu, 19 Apr 2026 22:34 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah dinamika zaman yang terus berkembang, peran organisasi kemasyarakatan Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dituntut untuk tidak sekadar menjadi penjaga moral, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat. Pesan kuat ini ditegaskan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, saat menghadiri agenda halalbihalal sekaligus penyerahan sertifikat tanah wakaf bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Indramayu.
Filosofi Kebermanfaatan di Balik Gerakan Organisasi
Menurut Nusron Wahid, eksistensi sebuah organisasi sangat bergantung pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh orang banyak. Ia menekankan bahwa keberlangsungan NU di muka bumi akan terjamin selama organisasi ini mampu memberikan solusi nyata bagi problematika umat. Kebermanfaatan tersebut, lanjutnya, merupakan wujud implementasi dari nilai-nilai spiritual yang selama ini dipraktikkan dalam doa-doa selepas salat.
“Satu-satunya jalan agar NU terus relevan adalah dengan memberikan kemanfaatan yang konkret kepada umat manusia. Segala sesuatu yang membawa manfaat niscaya akan memiliki daya tahan yang kuat untuk tetap bertahan,” ujar Nusron dalam keterangannya yang diterima redaksi pada Minggu (19/4/2026).
Transformasi dari Ritual Menuju Aksi Nyata
Lebih lanjut, Menteri ATR/BPN ini memaparkan bahwa spektrum pengabdian NU harus meluas ke berbagai lini kehidupan, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga penguasaan ilmu pengetahuan. Ia mendorong agar program kerja organisasi tidak berhenti pada kegiatan dakwah tradisional semata, tetapi juga merambah pada pembangunan fasilitas publik yang vital.
Beberapa langkah strategis yang disarankan oleh Nusron antara lain:
- Memperkuat sektor kesehatan dengan menghadirkan klinik dan rumah sakit yang terjangkau bagi kesejahteraan masyarakat.
- Menggerakkan roda ekonomi melalui pembentukan unit usaha seperti Bank Perekonomian Rakyat (BPR) untuk memperkokoh pemberdayaan ekonomi umat.
- Menjadikan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sebagai standar output bagi generasi muda NU.
Nusron meyakini bahwa penguasaan bidang teknologi dan sains adalah kunci utama bagi bangsa Indonesia untuk mencapai kemandirian di sektor-sektor krusial seperti pangan, energi, dan inovasi teknologi masa depan.
Kepastian Hukum untuk Aset Organisasi
Dalam kesempatan tersebut, Nusron Wahid juga secara simbolis menyerahkan dua sertifikat tanah wakaf kepada Ketua PCNU Indramayu, K.H. Muhammad Musthopa. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kementerian untuk mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf agar memiliki payung hukum yang jelas.
Aset yang berhasil disertifikasi tersebut mencakup lahan gedung pengurus NU di dua lokasi berbeda, yakni di Kelurahan Karanganyar seluas 1.665 meter persegi dan di Desa Segaran Kidul seluas 519 meter persegi. Keberadaan sertifikat ini diharapkan dapat mempermudah pengembangan infrastruktur organisasi ke depannya.
Ketua PCNU Indramayu, K.H. Muhammad Musthopa, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perhatian pemerintah. “Kami merasa sangat lega dan bahagia. Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bapak Menteri Nusron Wahid serta jajaran BPN Jawa Barat dan Indramayu yang telah mengawal proses ini hingga tuntas,” tuturnya.
Agenda yang berlangsung khidmat ini juga turut dihadiri oleh jajaran penting lainnya, termasuk Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Yuniar Hikmat Ginanjar, serta perwakilan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat.