Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Shenina Cinnamon Berjuang Lawan Hyperemesis Gravidarum: Saat Kehamilan Menjadi Ujian Fisik yang Berat

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 17 Apr 2026 08:34 WIB
Kisah Shenina Cinnamon Berjuang Lawan Hyperemesis Gravidarum: Saat Kehamilan Menjadi Ujian Fisik yang Berat

Kabarmalam.com — Kabar kurang mengenakkan datang dari aktris berbakat, Shenina Cinnamon. Di balik kebahagiaan menyambut calon buah hati, istri Angga Yunanda ini ternyata harus melewati fase kehamilan yang tidak mudah. Melalui unggahan di media sosialnya, Shenina membagikan perjuangan beratnya menghadapi kondisi medis yang membuatnya harus berulang kali dilarikan ke rumah sakit.

Selama beberapa bulan terakhir, kehidupan Shenina diwarnai dengan momen-momen sulit. Ia mengungkapkan bahwa galeri ponselnya kini penuh dengan potret dirinya yang tengah berjuang melawan rasa mual dan muntah yang hebat. Bahkan, kondisi tersebut memaksanya untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat hyperemesis gravidarum.

Titik Terang di Trimester Ketiga

“Setelah beberapa bulan gallery aku isinya foto mual, muntah, dan keluar masuk RS sampai diopname beberapa kali karena hyperemesis gravidarum,” tulisnya seperti yang dikutip oleh tim redaksi Kabarmalam.com.

Baca Juga  Bukan Sekadar Menu Sederhana, Inilah Alasan Telur Rebus Jadi Pahlawan Nutrisi di Balik Mitos Bisul

Meski sempat terpuruk secara fisik, Shenina kini mulai bisa bernapas lega. Memasuki trimester ketiga, kondisi kesehatan ibu hamil ini berangsur-angsur membaik. Ia mulai bisa menikmati makanan enak dan kembali berjalan-jalan, meskipun rasa mual sesekali masih datang menyapa.

“Sekarang mau memasuki trimester 3, senang banget sudah mulai bisa jalan, makan makanan enak, dan semoga bisa kembali beraktivitas normal walaupun kadang masih mual dan muntah,” tambahnya dengan nada optimis.

Mengenal Lebih Dekat Hyperemesis Gravidarum

Lantas, apa sebenarnya hyperemesis gravidarum yang dialami oleh Shenina? Berbeda dengan morning sickness biasa yang umum dialami oleh banyak wanita, kondisi ini jauh lebih serius. Berdasarkan data dari National Institute of Health, hyperemesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah yang ekstrem yang biasanya muncul pada usia janin 4 hingga 6 minggu.

Baca Juga  Mengungkap Rahasia Fermentasi: Mengapa Tempe Layak Disebut 'Superfood' Nabati Kelas Dunia

Hanya sekitar 0,3 hingga 3 persen ibu hamil yang mengalami kondisi langka ini. Dampaknya tidak main-main; penderita bisa mengalami muntah terus-menerus hingga menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan—bahkan lebih dari 5 persen dari berat badan sebelum hamil. Selain itu, risiko dehidrasi dan gangguan metabolik menjadi ancaman nyata yang membuat penderitanya wajib mendapatkan perawatan medis.

Gejala dan Risiko yang Harus Diwaspadai

Beberapa tanda klinis yang sering muncul pada penderita hyperemesis gravidarum meliputi:

  • Adanya senyawa keton dalam urine (ketonuria).
  • Tekanan darah yang mendadak turun saat berdiri (hipotensi ortostatik).
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Jika tidak segera ditangani oleh tenaga medis profesional, kondisi ini berpotensi memicu komplikasi serius, mulai dari gangguan saraf hingga kekurangan nutrisi kronis bagi sang ibu. Oleh karena itu, bagi para ibu yang mengalami gejala serupa, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter kandungan guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga  Bukan Sekadar Beban Pikiran, Inilah Alasan Ilmiah Mengapa Stres Bisa Picu Hipertensi

Penanganan di rumah sakit biasanya dilakukan untuk memantau asupan nutrisi dan cairan melalui infus, terutama jika pasien sudah tidak mampu lagi mengonsumsi makanan atau minuman secara oral. Deteksi dini tetap menjadi kunci utama agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga hingga hari persalinan tiba.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid