Menguak Tabir Kelalaian di RSHS Bandung: Kemenkes Jelaskan Kronologi Bayi yang Nyaris Tertukar
Jumat, 10 Apr 2026 14:07 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah insiden yang sempat memicu kegaduhan di jagat maya mengenai bayi yang nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akhirnya mendapat titik terang. Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) angkat bicara untuk meluruskan narasi yang beredar, menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni merupakan ketidaksengajaan tanpa adanya unsur kriminalitas.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, secara tegas membantah spekulasi liar di masyarakat yang menduga adanya upaya penculikan atau tindak kejahatan lainnya. Menurutnya, apa yang terjadi di salah satu rumah sakit rujukan utama di Jawa Barat tersebut adalah bentuk kekhilafan manusiawi dari tenaga kesehatan yang bertugas.
“Tidak ada maksud untuk hal-hal di luar itu, seperti penculikan atau kejahatan lainnya. Ini murni kekhilafan yang terjadi dari perawat di sana,” ujar Aji saat memberikan keterangan resmi di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan. Pihak Kementerian Kesehatan sendiri telah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan manajemen RSHS Bandung untuk memastikan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Kronologi di Balik Ketegangan di Poli Anak
Menilik lebih dalam mengenai kronologi kejadian, Aji memaparkan bahwa situasi bermula ketika Nina Saleha, ibu dari bayi tersebut, tengah disibukkan dengan proses penyelesaian administrasi pasca-persalinan. Dalam kondisi tersebut, sang ibu menitipkan bayinya kepada salah satu tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit.
Namun, kondisi di lapangan saat itu cukup padat. Tenaga kesehatan yang berada di poli anak tidak hanya berfokus pada satu tugas, melainkan harus menangani berbagai kebutuhan medis lainnya secara simultan. Beban kerja yang tinggi ini disinyalir menjadi pemicu terganggunya konsentrasi petugas tersebut.
“Ketika ibu tersebut kembali untuk mengambil anaknya, terjadi momen yang tidak disengaja. Entah karena faktor kelelahan atau lupa, perawat tersebut hampir menyerahkan bayi itu kepada orang yang salah,” lanjut Aji menceritakan detik-detik insiden yang menghebohkan tersebut. Beruntung, kekeliruan itu segera disadari sebelum situasi menjadi lebih fatal.
Langkah Damai dan Permohonan Maaf Manajemen RSHS
Menanggapi viralnya video keluhan tersebut di platform media sosial, manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung langsung mengambil langkah responsif. Melalui pernyataan resminya, pihak rumah sakit menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada keluarga Ibu Nina Saleha atas ketidaknyamanan serta kelalaian yang dialami selama mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tulis manajemen RSHS dalam pernyataan resminya. Pihak rumah sakit juga telah melakukan langkah persuasif dengan mengunjungi kediaman Nina untuk menjalin komunikasi dua arah secara langsung.
Hasilnya, permasalahan yang sempat memanas ini telah disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Kemenkes berharap kejadian ini menjadi pengingat keras bagi seluruh rumah sakit di Indonesia untuk memperketat protokol pengawasan bayi demi menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan nasional.