Krisis Kebakaran Sampah Tangerang: Helikopter Water Bombing Gempur TPA Jatiwaringin, Titik Api Baru Muncul di Sepatan
Kamis, 02 Jul 2026 17:05 WIB
Kabarmalam.com — Langit di atas Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih diselimuti kabut asap kelabu saat petugas gabungan terus berjibaku melawan amukan si jago merah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Hingga Kamis sore (2/7/2026), perjuangan memadamkan api yang melahap gunungan sampah tersebut belum menemui titik akhir, bahkan tantangan baru muncul di wilayah lain.
Upaya pemadaman kebakaran kini memasuki fase intensif dengan pengerahan kekuatan udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menerjunkan dua unit helikopter water bombing untuk membombardir titik-titik api dari langit. Langkah ini diambil mengingat luasnya area yang terdampak serta elevasi tumpukan sampah yang menyulitkan jangkauan selang pemadam dari darat.
Strategi Udara dan Darat yang Terpadu
Menurut keterangan petugas Dinas Damkar Kabupaten Tangerang, metode water bombing dinilai paling efektif untuk menekan penyebaran api di area yang sangat luas. Satu unit helikopter telah beroperasi sejak Rabu sore, sementara unit kedua telah dinyatakan siap tempur untuk memperkuat armada udara pada hari ini. Di jalur darat, kekuatan personel juga terus ditambah.
Guna mempercepat proses pendinginan di TPA Jatiwaringin, sebanyak tiga unit armada pemadam tambahan dari Kota Tangerang dikerahkan untuk membantu belasan unit yang sudah siaga di lokasi. Meski bantuan terus mengalir, material sampah yang mudah terbakar serta tumpukan yang mencapai ketinggian tertentu menjadi kendala utama karena api seringkali masih tersimpan di lapisan bawah tanah atau deep seated fire.
Insiden Baru di Sepatan Timur Nyaris Melumat Permukiman
Di saat fokus petugas terpusat pada Jatiwaringin, sebuah insiden kebakaran sampah kembali pecah di wilayah lain, tepatnya di Kampung Pulo Indah, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.23 WIB ini sempat memicu kepanikan warga karena lokasinya yang sangat dekat dengan area perumahan.
Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah oleh oknum warga yang kemudian lepas kendali akibat tiupan angin kencang di tengah musim kemarau. Efeknya tidak hanya polusi udara; kobaran api sempat merembat ke arah trafo listrik milik PLN yang berada tepat di atas tumpukan sampah tersebut. Akibatnya, aliran listrik di pemukiman sekitar sempat terputus sebelum akhirnya Pos Damkar Sepatan berhasil menjinakkan api setelah dua jam penanganan.
Peringatan Keras Bagi Masyarakat
BPBD Kabupaten Tangerang memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Dalam kondisi cuaca panas yang ekstrem, percikan api sekecil apa pun dapat dengan cepat berubah menjadi bencana besar yang mengancam nyawa dan harta benda.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam rangkaian peristiwa kebakaran tersebut, namun dampak asap telah mengganggu kesehatan warga sekitar. Pemerintah daerah terus melakukan aktivasi Pos Komando untuk mengoordinasikan dampak sosial dan kesehatan masyarakat, sembari berharap operasi udara dapat segera memadamkan api secara total di titik pusat kebakaran sampah terbesar di Tangerang tersebut.