Melestarikan Nafas Osing: Transformasi Desa Sejahtera Astra Kemiren yang Dongkrak Ekonomi Warga hingga 33 Persen
Kamis, 02 Jul 2026 11:33 WIB
Kabarmalam.com — Sayup-sayup suara lesung kayu yang saling bersahutan memecah keheningan pagi di lereng Banyuwangi. Di balik rumah-rumah berarsitektur khas dengan atap yang ikonik, masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren sedang merajut harmoni antara tradisi leluhur dan kemajuan ekonomi. Desa Adat Kemiren bukan sekadar destinasi, melainkan sebuah manifestasi hidup bagaimana kearifan lokal mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan melalui pendampingan yang tepat.
Menjaga Warisan di Tengah Modernisasi
Masyarakat Kemiren dikenal sangat teguh dalam memegang prinsip hidup leluhur mereka. Berbagai tradisi seperti ritual Barong Ider Bumi, perjamuan massal Tumpeng Sewu, hingga liukan estetis Tari Gandrung tetap lestari hingga saat ini. Keaslian inilah yang menjadi modal utama dalam mengembangkan sektor wisata budaya yang otentik.
Sejak tahun 2024, potensi besar ini mendapatkan suntikan energi baru melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA). Melalui kolaborasi antara Astra dan penggerak lokal, strategi pengembangan desa difokuskan pada empat pilar utama: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Tujuannya jelas, yakni memastikan pelestarian budaya berjalan beriringan dengan peningkatan taraf hidup masyarakatnya.
Angka yang Berbicara: Kenaikan Pendapatan Signifikan
Dampak nyata dari program ini mulai dirasakan oleh sekitar 300 warga yang terlibat aktif sebagai pelaku utama desa wisata. Berdasarkan data terbaru, saat ini telah tersedia 50 homestay dengan total 92 kamar yang siap menyambut wisatawan. Tak hanya itu, sektor ekonomi kreatif juga tumbuh subur dengan munculnya 40 pelaku usaha di bidang kuliner, kerajinan tangan, hingga pengolahan kopi khas Kemiren.
Keberhasilan ini tercermin dari sisi finansial. Pendapatan rata-rata anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) tercatat mengalami kenaikan sebesar 33 persen, dari yang semula Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Angka ini membuktikan bahwa budaya yang dirawat dengan baik dapat menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Pilar Pembangunan yang Komprehensif
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menekankan bahwa Desa Sejahtera Astra Kemiren adalah bukti nyata pembangunan masyarakat yang holistik. Di bidang kesehatan, penguatan layanan Posyandu dan edukasi kesehatan ibu dan anak menjadi prioritas. Sementara di sektor pendidikan, pengenalan budaya lokal sejak dini melalui PAUD memastikan tongkat estafet tradisi tetap terjaga di tangan generasi muda.
Isu lingkungan pun tak luput dari perhatian. Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, pengelolaan sampah organik dan non-organik mulai dioptimalkan. Pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas dan pupuk organik menjadi langkah strategis menuju desa yang mandiri energi dan ramah lingkungan.
Prestasi Internasional dan Ekspansi Sektor Pertanian
Konsistensi Desa Kemiren dalam menjaga ekosistem wisata berbasis masyarakat telah membuahkan berbagai penghargaan bergengsi, mulai dari Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) hingga ASEAN Tourism Award 2025. Bahkan, Kemiren kini menjadi bagian dari The Best Tourism Village Upgrade Program 2025 di tingkat internasional.
Tak berhenti di Kemiren, napas pemberdayaan masyarakat Astra juga merambah ke Desa Sumbermulyo melalui pembinaan kelompok tani buah naga. Pendampingan yang mencakup standarisasi organik dan akses pasar ini membuahkan hasil fantastis. Produksi panen melonjak dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton di tahun 2025. Omzet kelompok tani pun meroket dari Rp1,9 miliar hingga menyentuh angka Rp11,9 miliar, dengan jangkauan pasar ekspor hingga Singapura dan Hong Kong.
Upaya berkelanjutan ini merupakan bagian dari cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia melalui kolaborasi yang tulus dengan masyarakat akar rumput.