Rahasia di Balik ‘Beser’ Saat Gugup: Mengapa Stres Bikin Kita Sering Ingin Buang Air Kecil?
Rabu, 01 Jul 2026 07:34 WIB
Kabarmalam.com — Bayangkan skenario ini: Anda sedang berdiri di depan pintu ruang rapat besar atau menunggu giliran wawancara kerja yang menentukan masa depan. Tiba-tiba, muncul sensasi mendesak dari bawah sana. Anda merasa harus segera ke kamar mandi, padahal baru saja melakukannya lima menit yang lalu. Mengapa fenomena ini sering terjadi tepat saat kita merasa tertekan?
Kondisi yang sering disebut sebagai beser ini ternyata bukan sekadar kebetulan atau tanda bahwa Anda terlalu banyak minum. Menurut para ahli, fenomena ini adalah respons biologis yang sangat nyata terhadap tekanan mental yang sedang Anda hadapi.
Kaitan Erat Antara Pikiran dan Kandung Kemih
Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU(K), seorang pakar spesialis urologi dari Siloam Hospital Asri, menjelaskan bahwa fenomena ini telah menjadi subjek penelitian medis yang serius. Ia menekankan bahwa banyak orang yang tidak menyadari betapa kuatnya pengaruh stres psikologis terhadap fungsi organ tubuh kita, khususnya sistem perkemihan.
“Sering kali aspek stres psikologis ini terlupakan. Padahal, sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa ketika hormon stres dilepaskan ke dalam aliran darah, hal tersebut dapat meningkatkan sensitivitas kandung kemih seseorang,” ujar Prof. Harrina dalam sebuah diskusi kesehatan di Jakarta Pusat baru-baru ini.
Dalam kondisi normal, kandung kemih akan mengirimkan sinyal ke otak saat sudah terisi penuh. Namun, di bawah tekanan seperti saat akan ujian, presentasi kantor, atau mengejar tenggat waktu (deadline), ambang batas sensitivitas ini menurun drastis. Akibatnya, meskipun volume urin masih sedikit, tubuh sudah mengirimkan alarm palsu seolah-olah Anda harus segera mencari toilet.
Respons Tubuh yang Bersifat Sementara
Meskipun mengganggu, Prof. Harrina menenangkan bahwa kondisi ini umumnya bersifat temporer. Begitu sumber tekanan atau stresor tersebut hilang—misalnya setelah presentasi selesai atau ujian berakhir—tubuh secara alami akan kembali ke mode normal dan frekuensi buang air kecil pun akan melandai.
Namun, ceritanya bisa berbeda jika seseorang mengalami tekanan mental dalam jangka panjang. “Bagi mereka yang terjebak dalam kondisi stres kronik, keluhan pada saluran kemih bagian bawah ini bisa muncul secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melihat Manusia Sebagai Satu Kesatuan
Melalui fenomena beser saat gugup ini, kita diingatkan bahwa tubuh manusia bekerja secara holistik. Masalah yang muncul pada satu organ tidak bisa hanya dilihat dari sisi fisik organ tersebut saja. Prof. Harrina menekankan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam mendiagnosis keluhan pasien.
“Kita harus melihat pasien sebagai satu manusia yang utuh. Jadi, tidak bisa hanya memeriksa saluran kemihnya saja tanpa mempertimbangkan kondisi mental atau beban pikiran yang mungkin sedang mereka pikul,” pungkasnya.
Jadi, jika di waktu mendatang Anda merasa ingin terus-menerus ke kamar mandi sebelum momen penting, jangan panik. Itu adalah cara tubuh Anda bereaksi terhadap adrenalin. Cobalah teknik pernapasan dalam atau meditasi singkat untuk menenangkan pikiran, yang pada akhirnya akan membantu menenangkan kandung kemih Anda demi menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.