Ikuti Kami
kabarmalam.com

Mengenal Encopresis: Di Balik Viral Insiden ‘Cepirit’ Peserta Hyrox Jakarta dan Penjelasan Medisnya

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 30 Jun 2026 14:34 WIB
Mengenal Encopresis: Di Balik Viral Insiden 'Cepirit' Peserta Hyrox Jakarta dan Penjelasan Medisnya

Kabarmalam.com — Gelaran kompetisi kebugaran bergengsi, Hyrox Jakarta, baru-baru ini menjadi buah bibir di jagat maya. Bukan sekadar soal prestasi atau rekor waktu yang diraih, melainkan sebuah insiden tak terduga yang dialami salah satu peserta. Sebuah potongan informasi yang viral di media sosial menunjukkan dugaan adanya peserta yang mengalami ‘kecelakaan kecil’ atau buang air besar secara tidak sengaja saat tengah berjuang di mesin rower.

Riuh rendah komentar netizen pun membanjiri platform seperti Threads. Ada yang menganggapnya sebagai lelucon, namun tak sedikit pula yang bersimpati atas perjuangan keras para atlet di ajang olahraga kalcer tersebut. Meski sempat muncul spekulasi bahwa noda kuning yang terlihat mungkin berasal dari tumpahan energy gel, fenomena ini nyatanya memiliki penjelasan medis yang sangat masuk akal.

Fenomena Medis Encopresis di Tengah Intensitas Tinggi

Dalam dunia kedokteran, kondisi kehilangan kendali atas buang air besar ini dikenal dengan istilah encopresis atau inkontinensia tinja. Menurut pakar kesehatan internal dan konsultan gastroentologi, dr. Aru Ariadno, SPPD-KGEH, insiden seperti ini memang sangat mungkin terjadi pada individu yang sedang menjalani olahraga intensitas tinggi.

Baca Juga  Mitos Lele Melengkung Saat Digoreng Tanda Makan Kotoran? Simak Fakta dari Pakar IPB Ini

Encopresis terjadi ketika tubuh secara tidak sadar melepaskan kotoran ke pakaian. Berdasarkan data kesehatan, kondisi ini biasanya dipicu oleh penumpukan tinja di usus besar dan rektum. Ketika usus besar sudah terlalu penuh, tinja cair dapat merembes keluar di sekitar tinja yang tertahan, sehingga menyebabkan noda pada pakaian dalam tanpa bisa dicegah oleh penderitanya.

Mengapa Atlet Bisa Mengalami ‘Cepirit’?

Hyrox dikenal sebagai salah satu kompetisi yang menguras fisik secara ekstrem karena menggabungkan lari jarak jauh dengan latihan kekuatan fungsional yang berat. Dr. Aru menjelaskan bahwa saat tubuh dipaksa bekerja melampaui batas, terjadi pergeseran distribusi aliran darah.

“Aktivitas fisik yang sangat berat memicu tubuh untuk mengalihkan aliran darah dari organ internal, termasuk sistem pencernaan, menuju otot-otot yang sedang bekerja keras,” ungkapnya. Hal ini menyebabkan stabilitas fungsi usus terganggu.

Baca Juga  Temuan Mengagetkan di Balik Keracunan Massal Anambas: Dari Kandungan Boraks Hingga Kontaminasi Bakteri

Beberapa faktor pemicu lainnya meliputi:

  • Goncangan Fisik: Gerakan lari dan tekanan saat mengangkat beban menciptakan efek mekanis pada perut yang bisa mengganggu sistem pembuangan.
  • Konsumsi Supplemen: Penggunaan energy gel atau asupan makanan yang tidak sempat dicerna dengan sempurna dapat memperburuk kondisi pencernaan di tengah lomba.
  • Tekanan Intra-Abdominal: Kontraksi otot perut yang kuat saat melakukan latihan fungsional dapat memberikan tekanan ekstra pada rektum.

Langkah Pencegahan bagi Para Pejuang Race

Meski terdengar memalukan bagi sebagian orang, masalah pencernaan saat kompetisi adalah tantangan nyata bagi para atlet profesional maupun amatir. Namun, hal ini bukannya tidak bisa dihindari. Kunci utamanya terletak pada manajemen nutrisi dan persiapan tubuh sebelum hari H.

Baca Juga  Siasat Makan Jeroan Tanpa Takut Asam Urat, Simak Penjelasan Pakar Penyakit Dalam Berikut Ini

Dr. Aru menyarankan agar para peserta kompetisi seperti Hyrox benar-benar memperhatikan pemilihan makanan. Sangat disarankan untuk menghindari makanan tinggi serat sesaat sebelum bertanding guna meminimalkan sisa makanan di usus. Selain itu, menjaga hidrasi yang tepat dan memastikan tubuh sudah melakukan proses pembuangan secara tuntas sebelum memulai race adalah langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan.

Pada akhirnya, insiden di Hyrox Jakarta ini menjadi pengingat bahwa di balik semangat kompetisi yang membara, mendengarkan sinyal tubuh dan memahami kesehatan pencernaan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan seorang juara.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid