Lawan Obesitas Dini, BPOM Gencarkan Budaya Pangan Aman di Lingkungan Sekolah
Selasa, 30 Jun 2026 09:04 WIB
Kabarmalam.com — Kondisi kesehatan anak-anak di tanah air kini tengah dibayangi oleh ancaman serius yang sering kali terabaikan: tren obesitas dini. Berdasarkan data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka prevalensi berat badan berlebih atau overweight serta obesitas anak pada rentang usia 5 hingga 12 tahun telah menyentuh angka 19,7 persen. Lonjakan ini disinyalir kuat sebagai dampak dari pola konsumsi pangan yang tidak terkontrol dan minim gizi seimbang.
Menyikapi urgensi tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI tidak tinggal diam. Melalui inisiatif bertajuk ‘Gebyar SAPA (Sosialisasi Pangan Aman) Sekolah’, BPOM berupaya menyusupkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya keamanan pangan langsung ke jantung pendidikan. Program ini bukan sekadar sosialisasi formalitas, melainkan upaya mendalam untuk membudayakan kebiasaan makan sehat sejak usia dini.
Visi Indonesia Emas 2045 dan Proteksi Generasi Muda
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa pembenahan kualitas makanan sehat di lingkungan sekolah merupakan instrumen krusial dalam menyambut bonus demografi. Ia menekankan bahwa perlindungan anak-anak dari jajanan sembarangan adalah langkah preventif agar mereka tidak terjebak dalam risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) di masa produktif mereka nantinya.
“Sekolah merupakan lingkungan strategis dalam membentuk karakter dan kebiasaan konsumsi pangan yang aman serta bergizi. Dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, kita memegang tanggung jawab besar untuk memastikan setiap anak memperoleh asupan yang layak dan aman untuk dikonsumsi,” tegas Taruna dalam keterangannya yang diterima tim redaksi, Senin (29/6).
Transformasi Ekosistem Kantin dan Kurikulum
Langkah konkret yang didorong oleh BPOM melampaui sekadar memastikan higienitas makanan. Fokus utamanya adalah menyentuh seluruh ekosistem sekolah secara menyeluruh. Hal ini mencakup edukasi masif kepada siswa mengenai cara memilih jajanan yang aman, pengawasan ketat terhadap sanitasi kantin, hingga mengintegrasikan materi keamanan pangan ke dalam kurikulum pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler.
“Pembudayaan keamanan pangan di sekolah tidak hanya diwujudkan lewat penyediaan produk pangan yang aman saja, tetapi juga melalui pembiasaan memilih pangan yang sehat serta penerapan standar higiene yang tinggi di kantin sekolah,” tambah Taruna. Ia berharap pendekatan holistik ini mampu membentuk perilaku hidup sehat yang berkelanjutan bagi para siswa.
Menekan Angka Obesitas Melalui Edukasi Mandiri
Melalui intervensi yang dilakukan secara masif dan terstruktur ini, BPOM optimis bahwa anak-anak usia sekolah akan menjadi konsumen yang lebih cerdas dan selektif. Dengan kemampuan memilah asupan secara mandiri, diharapkan angka obesitas nasional dapat ditekan secara signifikan.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menjadi program musiman, melainkan menjadi fondasi kuat bagi ketahanan kesehatan generasi penerus bangsa. Menjaga apa yang dikonsumsi anak-anak hari ini adalah investasi terbaik untuk kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.