Waspada, Infeksi Virus HPV Ternyata Bukan Hanya Memicu Kanker Serviks: Kenali 4 Ancaman Lainnya
Minggu, 28 Jun 2026 20:34 WIB
Kabarmalam.com — Selama ini, nama besar Human Papillomavirus (HPV) hampir selalu identik dengan ancaman kanker serviks bagi kaum hawa. Namun, menelisik lebih dalam pada fakta medis terbaru, keganasan virus ini ternyata tidak berhenti di leher rahim saja. Ada ancaman tersembunyi yang bisa menyerang bagian tubuh lain, baik pada pria maupun wanita, yang sering kali luput dari perhatian masyarakat luas.
Melampaui Batas Serviks: Keganasan HPV yang Jarang Disadari
Infeksi HPV umumnya berpindah melalui kontak kulit ke kulit atau aktivitas seksual. Meski sistem imun tubuh sering kali mampu melumpuhkan virus ini sebelum kerusakan terjadi, pada beberapa kasus, virus ini menetap dan menetap selama bertahun-tahun. Keberadaan virus yang persisten inilah yang kemudian memicu perubahan sel sehat menjadi sel ganas.
Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana Hidayat, SpOG, Subsp Onk, menegaskan bahwa edukasi mengenai HPV harus diperluas. “Penyakit yang berhubungan dengan virus HPV itu tidak hanya kanker serviks. Jika tidak segera ditangani, komplikasinya bisa berujung pada kematian,” ungkapnya dalam sebuah diskusi medis baru-baru ini.
Berdasarkan penjelasan Prof. Yudi, berikut adalah empat jenis kanker lain yang dipicu oleh infeksi HPV yang wajib Anda waspadai:
1. Kanker Vagina
Berbeda dengan serviks, kanker vagina menyerang saluran yang menghubungkan leher rahim ke area luar tubuh. Meski tergolong langka, gejala kanker ini cukup mengganggu, mulai dari perdarahan abnormal di luar siklus menstruasi, nyeri panggul saat berhubungan intim, hingga munculnya darah pada urine atau tinja akibat tekanan sel kanker pada organ sekitar.
2. Kanker Vulva
Kanker ini muncul pada permukaan luar alat kelamin perempuan. Tanda-tandanya sering kali menyerupai infeksi kulit biasa, seperti rasa gatal yang kronis, perubahan warna atau penebalan kulit, hingga munculnya benjolan atau luka terbuka yang tak kunjung sembuh di area vulva.
3. Kanker Anus
Jangan salah kaprah, HPV juga menjadi dalang utama di balik kanker anus. Penularannya bisa terjadi melalui kontak seksual anal. Gejala yang patut dicurigai meliputi pendarahan dari rektum, munculnya benjolan keras di saluran anus, serta perubahan pola buang air besar yang disertai rasa nyeri atau gatal yang luar biasa.
4. Kanker Rongga Mulut dan Tenggorokan
Ini adalah fakta yang sering mengejutkan banyak orang. Melalui kontak oral, HPV dapat menginfeksi lidah, amandel, hingga pangkal tenggorokan. Gejalanya bisa berupa bercak putih (leukoplakia) atau merah (eritroplakia) di dalam mulut yang mudah berdarah, luka yang tak sembuh lebih dari dua minggu, hingga kesulitan saat mengunyah atau menelan.
Vaksinasi sebagai Benteng Pertahanan Utama
Mengingat penularan HPV bisa terjadi bahkan melalui kontak seksual minimal, langkah preventif menjadi harga mati. Prof. Yudi menekankan bahwa vaksinasi HPV bukan hanya soal melindungi mulut rahim, melainkan memberikan proteksi menyeluruh pada berbagai organ yang rentan terpapar virus ini.
Sesuai rekomendasi global, berikut adalah panduan waktu terbaik untuk mendapatkan vaksinasi:
- Anak dan Remaja (9-14 tahun): Diberikan dalam dua dosis dengan interval 6 hingga 12 bulan. Ini adalah masa emas karena respons imun berada pada level tertinggi.
- Remaja Akhir (15-20 tahun): Diberikan dua dosis dengan selang waktu 6 bulan.
- Dewasa (di atas 21 tahun): Bagi wanita dewasa yang belum pernah menerima vaksin, pemberian dua dosis dengan interval 6 bulan tetap sangat disarankan untuk proteksi jangka panjang.
Memahami bahwa HPV tidak memandang bulu adalah langkah awal untuk hidup lebih sehat. Pencegahan melalui gaya hidup sehat dan vaksinasi adalah investasi terbaik untuk menghindari ancaman kanker di masa depan.