Ikuti Kami
kabarmalam.com

Rahasia Hidup Melampaui Satu Abad: Kisah Inspiratif Trio Saudari dengan Total Usia 316 Tahun

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 26 Jun 2026 15:05 WIB
Rahasia Hidup Melampaui Satu Abad: Kisah Inspiratif Trio Saudari dengan Total Usia 316 Tahun

Kabarmalam.com — Pencarian manusia akan rahasia keabadian mungkin belum berakhir, namun tiga saudari asal Brasil tampaknya telah menemukan “formula” alami untuk hidup hingga melampaui satu abad. Fenomena langka ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan sebuah teka-teki biologis yang kini tengah menjadi pusat perhatian dunia medis internasional.

Ketiga wanita luar biasa ini baru saja dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai trio saudara kandung tertua yang masih hidup di dunia. Jika angka usia mereka digabungkan, totalnya mencapai 316 tahun—sebuah pencapaian yang jarang ditemukan dalam sejarah modern. Kehadiran mereka memicu antusiasme para ilmuwan dalam proyek DNA Longevo, sebuah studi mendalam yang dipimpin oleh pakar genetika terkemuka, Mayana Zatz, dari Sao Paulo University.

Mencari ‘Gen Pelindung’ dalam Tubuh Manusia

Penelitian ini bertujuan untuk mengupas tuntas faktor biologis di balik penuaan. Mengapa beberapa orang tetap bugar secara fisik dan kognitif meski sudah berusia senja? Dalam studi ini, para ahli membandingkan data genetik manusia lansia berusia di atas 90 dan 100 tahun yang masih sehat dengan mereka yang mengalami penurunan fungsi tubuh atau penyakit kronis.

Baca Juga  Singapura Kembali Siaga, Lonjakan Kasus COVID-19 Tembus 12.700 Kasus dalam Sepekan

“Melalui pengujian DNA, kami berupaya mengidentifikasi gen pelindung. Kami yakin gen tersebut ada,” ungkap Mayana Zatz. Ia menambahkan bahwa semakin banyak keluarga dengan anggota berumur panjang yang diteliti, maka semakin akurat pula identifikasi rahasia rahasia panjang umur ini.

Kombinasi Genetik dan Kehangatan Komunitas

Ketiga sosok inspiratif tersebut adalah Levita de Deus Nunes yang kini berusia 109 tahun, Zoraide de Deus Mota (104 tahun), dan si bungsu Zulina de Deus Nunes (103 tahun). Saat ini, mereka menetap di Rio de Janeiro dengan pengawasan dari LongeviQuest, organisasi global yang memverifikasi rekor umur panjang dunia.

Ben Meyers, CEO LongeviQuest, menjelaskan bahwa selain faktor keturunan yang dominan, aspek lingkungan dan sosial memegang peranan krusial. Karena mereka tinggal berdekatan, tercipta sebuah jaringan dukungan emosional yang kuat. Keluarga yang selalu sigap membantu dan rasa kebersamaan dalam komunitas menjadi suplemen tak kasat mata bagi kesehatan mental dan fisik mereka.

Baca Juga  Waspada 'Bom Waktu' Penyakit Metabolik: Mengapa Deteksi Dini Diabetes dan Obesitas Tak Boleh Menunggu Momen Lebaran

Gaya Hidup Tradisional dan Makanan Tanpa Pengawet

Meski sains menitikberatkan pada faktor genetika, ketiga saudari ini memiliki sudut pandang sendiri mengenai kesehatan mereka. Zulina mengenang masa kecilnya yang sangat aktif, di mana ia sering menghabiskan waktu dengan berenang dan memancing di sungai. Ia juga menekankan pentingnya mengonsumsi makanan segar.

  • Kualitas Makanan: Di masa muda mereka, penggunaan kulkas belum lazim, sehingga semua bahan makanan dikonsumsi dalam keadaan segar langsung dari alam.
  • Aktivitas Fisik: Rutinitas harian yang menuntut fisik tetap bergerak menjadi kunci gaya hidup sehat yang mereka jalani selama puluhan tahun.
  • Pekerjaan Produktif: Levita pernah bekerja di industri televisi dan kerajinan, Zoraide merupakan seorang perawat, sementara Zulina fokus membesarkan enam anaknya dengan penuh dedikasi.
Baca Juga  Negara Hadir, Menkes Jamin Biaya Medis dan Rekonstruksi Wajah Korban Penyekapan Bandung

Levita, yang kini hampir menyentuh usia 110 tahun, mengaku menjalani masa tuanya dengan penuh rasa syukur tanpa penyesalan. Melalui data dari mereka, peneliti seperti Joao Paulo Guilherme menargetkan pengumpulan informasi dari 500 orang berusia seabad lebih demi mendapatkan kesimpulan medis yang akurat untuk masa depan kesehatan manusia.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid