Negara Hadir, Menkes Jamin Biaya Medis dan Rekonstruksi Wajah Korban Penyekapan Bandung
Rabu, 24 Jun 2026 12:34 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah komitmen besar ditegaskan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam menanggapi kasus memilukan yang menimpa YTR (29). Wanita yang menjadi korban penyekapan dan penyiksaan brutal di Bandung, Jawa Barat tersebut dipastikan akan mendapatkan penanganan medis secara menyeluruh tanpa dipungut biaya sepeser pun dari pihak keluarga.
Saat ini, YTR tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menkes Budi menegaskan bahwa fasilitas kesehatan di bawah naungan kementeriannya tersebut telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi korban. Fokus utama tim medis tidak hanya terbatas pada pemulihan luka luar, tetapi juga mencakup langkah rekonstruksi wajah guna memperbaiki kerusakan fisik yang dialami akibat penganiayaan berat.
Sinergi Lintas Sektoral untuk Pemulihan Total
Pemerintah menyadari bahwa pemulihan korban kekerasan seperti YTR memerlukan pendekatan yang komprehensif. Oleh karena itu, Menteri Kesehatan menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi erat dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta pemerintah daerah setempat.
“Kami sudah berkoordinasi. Untuk aspek medis dan rekonstruksi fisik, itu menjadi tanggung jawab kami di RSHS. Sementara itu, masalah kesejahteraan ekonomi akan ditangani oleh pemerintah daerah, dan perlindungan sosial serta psikologis berada di bawah wewenang Kementerian PPPA,” ujar Budi Gunadi saat ditemui di Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/7/2026).
Luka Mendalam di Balik Penyekapan Tiga Tahun
Tragedi yang menimpa YTR menyisakan pilu yang mendalam. Selama hampir tiga tahun, ia diduga menjadi tawanan dalam hubungan yang penuh kekerasan fisik oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat. Berdasarkan keterangan keluarga, penderitaan YTR sangatlah tidak manusiawi; mulai dari hantaman helm, luka sayatan senjata tajam, hingga bekas sundutan rokok yang memenuhi tubuhnya.
Akibat serangkaian penyiksaan tersebut, YTR kini harus berjuang melawan keterbatasan fisik yang fatal. Penglihatannya terganggu secara permanen, ia kesulitan berbicara karena kerusakan pada bagian bibir, bahkan untuk sekadar berjalan pun ia tak lagi mampu melakukannya dengan normal. Korban diketahui berpindah-pindah lokasi penyekapan di sejumlah indekos, hingga akhirnya ditemukan di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Polisi Buru Pelaku yang Melarikan Diri
Di sisi lain, upaya penegakan hukum terus berjalan. Pihak Polda Jawa Barat masih melakukan pengejaran intensif terhadap Taufik Hidayat yang kini berstatus buron. Polisi telah mengantongi beberapa informasi mengenai keberadaan pelaku yang terdeteksi sempat bergerak menuju wilayah Garut.
Direktur PPA dan PPO Polda Jabar, Kombes Rumi Untari, menyatakan bahwa tim di lapangan tidak akan berhenti hingga pelaku berhasil diringkus untuk mempertanggungjawabkan perbuatan kejamnya di hadapan hukum. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap perilaku manipulatif dalam hubungan yang dapat berujung pada tindakan kriminalitas yang fatal.