Jurus Jitu Mengakhiri Drama GTM: Panduan ‘Feeding Rules’ Agar Anak Lahap Makan dan Bebas Stunting
Jumat, 26 Jun 2026 07:34 WIB
Kabarmalam.com — Menghadapi momen makan anak sering kali menjadi ujian kesabaran bagi para orang tua. Istilah Gerakan Tutup Mulut atau GTM bukan lagi hal asing, namun jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini bisa menjadi ancaman serius bagi tumbuh kembang si kecil. Kurangnya asupan nutrisi yang berkelanjutan bukan hanya soal berat badan yang sulit naik, tetapi juga risiko jangka panjang seperti stunting.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kesehatan anak Indonesia, Kabarmalam merangkum panduan praktis yang dikenal dengan sebutan Feeding Rules atau aturan makan tepat. Langkah-langkah ini dirancang untuk membentuk disiplin sekaligus membangun hubungan positif antara anak dan makanan.
Menerapkan Disiplin Melalui Jadwal Konsisten
Langkah pertama yang mutlak dilakukan adalah mengatur jadwal makan yang teratur. Tubuh manusia memiliki jam biologis; dengan membiasakan waktu makan besar dan camilan di jam yang sama setiap hari, sistem pencernaan anak akan lebih siap menerima makanan. Konsistensi adalah kunci agar anak mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami.
Batasi Durasi, Jaga Fokus
Banyak orang tua terjebak dalam durasi makan yang berjam-jam demi memastikan piring bersih. Padahal, durasi makan yang ideal maksimal adalah 30 menit. Lebih dari itu, fokus anak biasanya sudah hilang dan suasana makan akan berubah menjadi membosankan bahkan penuh tekanan. Jika dalam 30 menit makanan belum habis, sebaiknya akhiri proses makan dengan tenang untuk menghindari trauma.
Menciptakan Lingkungan Bebas Distraksi
Di era digital, menyuapi anak sambil menonton gawai (gadget) atau televisi sering dianggap sebagai solusi praktis. Namun, hal ini justru membuat anak makan secara mekanis tanpa menyadari tekstur dan rasa makanannya. Singkirkan mainan dan matikan layar agar perhatian si kecil sepenuhnya tertuju pada piringnya. Ini adalah bagian penting dari upaya pencegahan stunting sejak dini melalui pemberian nutrisi yang sadar (mindful eating).
Suasana Menyenangkan Tanpa Paksaan
Meja makan seharusnya menjadi tempat yang hangat, bukan medan tempur. Menghindari amarah atau tindakan memaksa sangat krusial. Ketika anak merasa tertekan, hormon stres mereka akan meningkat dan justru menutup nafsu makan. Berikan apresiasi saat mereka mencoba menu baru, dan tetaplah tenang meskipun mereka menolak makanan tertentu.
Dukungan Nutrisi Tambahan
Selain pola makan yang benar, orang tua juga perlu memastikan kebutuhan mikronutrien si kecil terpenuhi. Untuk menjembatani celah nutrisi selama masa pilih-pilih makanan, pemberian multivitamin bisa menjadi solusi cerdas. Sakatonik ABC hadir sebagai sahabat Ibu dalam menjaga imunitas dan mengoptimalkan nafsu makan anak. Dengan bentuk tablet hisap alfabet yang menggemaskan serta ragam rasa buah yang lezat, drama makan bisa berubah menjadi momen yang dinanti-nanti oleh si kecil.