Ikuti Kami
kabarmalam.com

Trik Jitu Tetap Produktif di Kantor Meski Begadang Nonton Piala Dunia ala Pakar Kedokteran

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 25 Jun 2026 17:04 WIB
Trik Jitu Tetap Produktif di Kantor Meski Begadang Nonton Piala Dunia ala Pakar Kedokteran

Kabarmalam.com — Gairah Piala Dunia seringkali menjadi magnet yang sulit ditolak bagi para penggemar sepak bola di tanah air. Demi menyaksikan tim kesayangan berlaga di atas lapangan hijau, tidak sedikit kaum pekerja yang rela mengorbankan waktu istirahatnya dan terjaga hingga dini hari. Namun, tantangan sesungguhnya muncul saat matahari terbit: bagaimana menjaga ritme kerja agar tetap optimal di tengah rasa kantuk yang menggelayut?

Fenomena dilematis ini mendapat perhatian serius dari dr. Muchammad Arief Gunawan, SpOK, seorang Spesialis Kedokteran Okupasi. Menurutnya, meskipun begadang berisiko menurunkan performa, ada beberapa strategi cerdas yang bisa diterapkan agar produktivitas kerja tidak terjun bebas. Apalagi, momen Piala Dunia hanyalah agenda musiman yang bersifat temporer.

Baca Juga  Perut Terasa Begah Usai Pesta Daging? Ini Penjelasan Medis Mengapa Anda Tak Butuh Detoks

Strategi ‘Quick Nap’ Saat Jam Istirahat

Langkah pertama yang disarankan dr. Arief adalah memanfaatkan waktu istirahat siang secara maksimal. Jika malam sebelumnya Anda kehilangan banyak waktu tidur, jangan gunakan jam istirahat untuk sekadar mengobrol atau bermain gadget.

“Kalau memang ingin menonton secara langsung, siasati dengan melakukan quick nap atau tidur singkat selama 30 hingga 45 menit di jam istirahat siang,” ujar dr. Arief saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat. Durasi singkat ini dinilai cukup untuk mengisi ulang energi otak tanpa membuat tubuh merasa lebih lemas saat bangun.

Manajemen Tidur: Membayar ‘Hutang’ di Awal

Bagi mereka yang berniat menonton laga yang disiarkan pada pukul 03.00 atau 04.00 pagi, dr. Arief menekankan pentingnya menggeser jadwal tidur lebih awal. Prinsipnya sederhana: ambil jatah tidur di awal malam untuk mengganti waktu yang akan terpakai saat menonton nanti.

Baca Juga  Strategi Menkes Perangi TBC: Usulkan Pasien Jadi Penerima Program Makan Bergizi Gratis

“Jika berencana bangun jam 3 atau 4 pagi, maka pukul 20.00 atau 21.00 malam Anda sudah harus berada di tempat tidur,” jelasnya. Mengingat banyak orang sulit memejamkan mata di jam tersebut karena terbiasa begadang, dr. Arief membagikan tips praktis berupa detoks digital.

“Matikan ponsel, redupkan cahaya lampu, dan ciptakan suasana yang mendukung untuk segera terlelap. Ini sangat membantu tubuh untuk masuk ke fase istirahat lebih cepat,” tambahnya.

Risiko Nyata di Balik Kurang Tidur

Lebih lanjut, dr. Arief memperingatkan bahwa memaksakan diri bekerja dalam kondisi kurang tidur tanpa strategi yang tepat bisa berdampak fatal pada aspek kognitif. Manajemen waktu yang buruk dalam hal istirahat dapat mengganggu proses pengambilan keputusan (decision making).

Baca Juga  Bahaya 'Liquid Calories': Mengapa Minuman Manis Menjadi Ancaman Tersembunyi Bagi Kesehatan Kita?

“Bisa jadi kacau, misalnya diinstruksikan mengerjakan tugas A, malah mengerjakan tugas B karena konsentrasi pecah. Yang paling berbahaya adalah risiko microsleep saat perjalanan berangkat atau pulang kerja. Terlelap sekejap saat berkendara bisa berujung pada kecelakaan,” tutup dr. Arief dengan nada waspada.

Menjaga kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Menonton sepak bola memang memberikan kebahagiaan emosional, namun keseimbangan antara hobi dan tanggung jawab profesional harus tetap dijaga dengan manajemen istirahat yang disiplin.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid