Perjuangan Tio Pakusadewo Melawan Saraf Kejepit di Tengah Pemulihan Jantung: ‘Ini Nggak Bisa Jalan’
Rabu, 24 Jun 2026 18:05 WIB
Kabarmalam.com — Sosok aktor watak legendaris, Tio Pakusadewo, kembali membawa kabar mengenai kondisi kesehatannya yang cukup kompleks. Setelah sempat berjuang melawan komplikasi pada organ vitalnya, pria berusia 62 tahun tersebut kini harus berhadapan dengan kenyataan pahit akibat gangguan saraf kejepit atau yang secara medis dikenal sebagai Herniated Nucleus Pulposus (HNP).
Pemandangan berbeda terlihat saat Tio hadir sebagai bintang tamu di salah satu program televisi swasta di kawasan Jakarta Selatan. Sang aktor kawakan tersebut kini harus mengandalkan bantuan kursi roda untuk menunjang mobilitasnya. Meski demikian, aura optimisme tetap terpancar dari wajahnya saat ia membagikan perkembangan terkini mengenai proses pemulihannya.
Titik Terang Setelah Perjalanan Medis yang Melelahkan
Ditemui di Studio Rumpi: No Secret, Selasa (23/6/2026), Tio mengungkapkan bahwa rasa sakit yang sebelumnya menyiksa di beberapa bagian tubuhnya perlahan mulai mereda. Ia merasa kondisinya jauh lebih stabil dibandingkan beberapa waktu lalu saat ia pertama kali dilarikan ke rumah sakit.
“Semua membaik ya, semuanya sudah mereda di beberapa titik sakitnya. Sekarang tinggal fokus membereskan masalah HNP atau saraf kejepit ini saja. Itu agenda utama saya sekarang, masih rutin menjalani berbagai terapi,” tutur Tio dengan nada bicara yang tetap tenang.
Berawal dari Cegukan yang Tak Kunjung Berhenti
Siapa sangka, diagnosa saraf kejepit ini muncul melalui serangkaian gejala yang tak biasa. Dalam keterangannya di acara Pagi Pagi Ambyar, Tio menceritakan bahwa sebelum divonis HNP, ia sempat mengalami cegukan terus-menerus selama lebih dari dua bulan. Kondisi tersebut bahkan membuatnya kesulitan untuk bernapas secara normal.
“Besok paginya sudah benar-benar tidak tahan, akhirnya langsung ke rumah sakit,” kenang Tio. Perjalanan medisnya pun cukup panjang, ia harus berpindah-pindah rumah sakit atau melakukan ‘touring’ medis demi mendapatkan penanganan yang tepat. Dari situlah terungkap bahwa selain masalah kesehatan jantung yang mengharuskan pemasangan ring (stent), ia juga menderita saraf kejepit yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk berjalan secara mandiri.
Kondisi Jantung dan Organ Internal Lainnya
Sebelum fokus pada masalah saraf, Tio sempat menjalani perawatan intensif selama dua minggu akibat gangguan jantung. Namun, ia membawa kabar baik mengenai organ-organ internal lainnya yang sempat bermasalah. Masalah pada lambung dan ginjal yang sebelumnya sempat dikhawatirkan, kini dinyatakan sudah tertangani dengan baik oleh tim medis.
“Alhamdulillah untuk urusan internal seperti lambung dan ginjal sudah beres semua. Sekarang tinggal jantung dan saraf. Kalau untuk jantung sendiri, saya secara pribadi merasa tidak ada keluhan apa-apa meskipun sudah ada satu ring yang terpasang,” jelasnya lebih lanjut.
Mengenal Lebih Dekat Ancaman HNP
Kondisi yang dialami Tio Pakusadewo ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Secara medis, Herniated Nucleus Pulposus (HNP) adalah kondisi di mana bantalan tulang belakang bergeser dan menonjol hingga menjepit saraf di sekitarnya. Meskipun bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, punggung bawah dan leher merupakan area yang paling rentan.
Menurut penjelasan dr. Asrafi Rizki Gatam, SpOT(K), Spine, seorang spesialis ortopedi dan traumatologi, gejala utama dari kondisi ini adalah nyeri yang menjalar. “Saat saraf terjepit di area pinggang, pasien akan merasakan nyeri yang merambat hingga ke bokong dan kaki. Jika tidak segera ditangani, gejalanya bisa berkembang menjadi kesemutan, baal (mati rasa), hingga kelemahan otot yang membuat anggota gerak sulit diangkat,” papar dr. Rizki.
Kisah Tio Pakusadewo ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh tubuh. Kini, publik hanya bisa mendoakan agar proses terapi pemulihan yang dijalani sang aktor dapat membuahkan hasil maksimal sehingga ia bisa kembali berkarya di dunia seni peran.