Nunung Berjuang Melawan Nyeri Hebat, Dihantui Kecemasan Diagnosis Saraf Kejepit
Minggu, 12 Apr 2026 20:35 WIB
Kabarmalam.com — Kabar kurang sedap datang dari komedian senior, Nunung. Sosok yang dikenal selalu tampil ceria di layar kaca ini tengah didera rasa cemas akibat gangguan kesehatan yang tak kunjung reda. Nunung baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya sering mengalami nyeri yang luar biasa hebat pada bagian tubuhnya, sebuah kondisi yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari maupun waktu istirahatnya.
Rasa sakit tersebut muncul secara tiba-tiba tanpa mengenal waktu. Meski telah berusaha mencari kesembuhan melalui berbagai jalur pengobatan, mulai dari fisioterapi hingga metode pengobatan akupunktur atau tusuk jarum, hasilnya belum memberikan perubahan signifikan yang bersifat permanen. Kesembuhan yang ia rasakan selama ini seolah hanya bersifat sementara sebelum rasa nyeri kembali menyerang dengan intensitas yang sama.
“Sudah difisioterapi, sudah tusuk jarum, sudah apa saja dilakukan. Cuma sembuhnya sebentar, nanti kambuh lagi, begitu terus,” tutur Nunung dengan nada penuh kepasrahan saat menceritakan perjuangannya melawan rasa sakit tersebut.
Dugaan Saraf Kejepit dan Prosedur MRI
Ketidakpastian mengenai penyebab utama nyeri yang menyiksa tersebut akhirnya membawa Nunung untuk melakukan konsultasi lebih mendalam dengan tim medis. Berdasarkan observasi awal terhadap gejala yang dirasakan, dokter mencurigai adanya masalah serius pada jaringan sarafnya. Untuk mendapatkan kepastian diagnosis, sang pelawak dijadwalkan menjalani prosedur MRI (Magnetic Resonance Imaging).
Pemeriksaan canggih ini diharapkan mampu memberikan gambaran jelas apakah kecurigaan mengenai kondisi saraf kejepit benar-benar menjadi akar permasalahan dari rasa sakit yang dialaminya. “Kemarin dokter bilang, ‘Mbak, coba MRI dulu, siapa tahu saraf kejepit’. Nanti hasilnya baru bisa diketahui hari Senin,” jelasnya saat ditemui di kawasan Jakarta baru-baru ini.
Harapan Menghindari Meja Operasi
Di balik bayang-bayang hasil medis yang masih dinantikan, terselip kekhawatiran besar di lubuk hati Nunung. Layaknya kebanyakan orang, ia menyimpan ketakutan mendalam jika kondisi kesehatannya harus berakhir di meja operasi. Nunung masih menggantungkan harapan pada keajaiban dan metode pemulihan yang lebih ringan.
Ia mengaku lebih memilih menjalani terapi alternatif yang minim risiko, seperti melakukan latihan jalan di dalam kolam renang yang diketahui dapat membantu meringankan beban pada tulang belakang dan saraf. Bagi Nunung, kesembuhan tanpa tindakan bedah adalah doa yang terus ia panjatkan agar dirinya bisa segera kembali bugar dan beraktivitas seperti sediakala tanpa terbelenggu rasa nyeri yang menyiksa.