Ikuti Kami
kabarmalam.com

Mengenal Tren Stacked Water: Revolusi Hidrasi atau Sekadar Gimmick Media Sosial?

Jurnal | kabarmalam.com
Jumat, 19 Jun 2026 11:05 WIB
Mengenal Tren Stacked Water: Revolusi Hidrasi atau Sekadar Gimmick Media Sosial?

Kabarmalam.com — Belakangan ini, linimasa media sosial tengah diramaikan oleh sebuah fenomena baru dalam dunia kesehatan yang dikenal dengan sebutan stacked water. Alih-alih hanya menenggak segelas air mineral biasa, tren ini mengajak orang-orang untuk “menumpuk” berbagai asupan nutrisi ke dalam satu wadah minuman yang sama. Lantas, apakah ini benar-benar terobosan dalam hal kesehatan, ataukah hanya sekadar gaya hidup yang estetik?

Apa Itu Stacked Water?

Tren ini awalnya dipopulerkan oleh Jeffrey Ma, seorang ilmuwan pangan sekaligus kreator konten yang merasa bahwa hidrasi harian tidak seharusnya terasa membosankan. Ma mengusung filosofi sederhana: jika kita bisa membuat proses minum air menjadi lebih menyenangkan sekaligus mengonsumsi suplemen kesehatan dalam satu langkah, mengapa harus puas dengan cara yang biasa-biasa saja?

Secara teknis, stacked water adalah praktik mencampurkan air putih dengan berbagai zat tambahan. Mulai dari vitamin, mineral, kolagen, kreatin, elektrolit, hingga spirulina dan air kelapa. Tak jarang, para pengikut tren ini juga menambahkan potongan buah segar, daun mint, hingga sedikit soda untuk memberikan tekstur dan rasa yang lebih kaya pada minuman mereka.

Baca Juga  Kolesterol Jahat Bisa Turun! Ini Suplemen yang Diam-Diam Ampuh Menjaganya

Kacamata Medis: Apakah Lebih Sehat dari Air Biasa?

Meski terlihat sangat menggiurkan dan kaya akan manfaat, para ahli medis memberikan pandangan yang lebih berhati-hati. Dr. Lohitaksha H. Suratkal, seorang ahli nefrologi dari Rumah Sakit Lilavati, Mumbai, menegaskan bahwa secara mendasar, manfaat air putih biasa sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh manusia.

“Tren kesehatan akan selalu datang dan pergi. Memang, stacked water bisa bermanfaat dalam skenario tertentu, misalnya bagi mereka yang rutin melakukan olahraga dengan intensitas tinggi dan sangat membutuhkan asupan elektrolit tambahan,” ungkap Dr. Lohitaksha. Namun, ia juga memberikan peringatan keras bahwa mencampur berbagai bahan tanpa konsultasi medis bisa berisiko, terutama terkait asupan kalori, garam, dan nutrisi tertentu yang mungkin menjadi berlebihan bagi ginjal.

Baca Juga  Bahaya di Balik Tren Minum 11 Suplemen Sekaligus, Pakar Farmasi UGM Beri Peringatan Keras

Dampaknya Terhadap Kesehatan Kulit

Banyak pengikut tren ini mengklaim bahwa stacked water adalah kunci rahasia untuk mendapatkan kulit yang bercahaya atau glowing. Namun, Dr. Madhuri Agarwal, pendiri Yavana Skin & Hair Clinic, mencoba meluruskan persepsi tersebut. Menurutnya, perubahan positif pada kulit yang dirasakan banyak orang sebenarnya bukan berasal dari suplemen yang dicampurkan, melainkan dari meningkatnya volume air yang mereka minum secara konsisten.

“Banyak pasien saya yang awalnya kurang minum air putih. Ketika mereka mulai rutin menghidrasi tubuh, menjaga pola makan, dan berolahraga, secara otomatis metabolisme dan kondisi kulit mereka membaik,” jelas Dr. Agarwal. Ia menambahkan bahwa bahan-bahan populer seperti klorofil belum memiliki bukti ilmiah yang kuat untuk diklaim sebagai agen pencerah kulit melalui konsumsi minuman sehat semacam ini.

Baca Juga  Mitos vs Fakta: Benarkah Harus Minum 8 Gelas Air Sehari? Simak Penjelasan Medisnya

Kesimpulan

Pada akhirnya, stacked water bisa menjadi alternatif menarik bagi Anda yang sulit memenuhi kuota minum harian karena bosan dengan rasa air yang tawar. Namun, penting untuk diingat bahwa suplemen bukanlah pengganti gaya hidup sehat yang mendasar. Sebelum Anda mulai bereksperimen dengan berbagai campuran di dalam tumbler Anda, pastikan untuk memahami kebutuhan tubuh Anda sendiri agar niat untuk sehat tidak justru berbalik menjadi beban bagi organ tubuh lainnya.

Tetaplah bijak dalam mengikuti tren gaya hidup di media sosial, dan jangan lupa bahwa air putih murni tetap merupakan sumber hidrasi terbaik yang diberikan alam.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com