Privilege Kasih Sayang: Kisah Unik Pramugari 32 Tahun Diruqyah Keluarga Akibat Belum Menikah
Sabtu, 20 Jun 2026 07:34 WIB
Kabarmalam.com — Menghadapi desakan pernikahan di usia kepala tiga bukanlah hal baru bagi banyak perempuan di Indonesia. Namun, apa yang dialami oleh Fatia Ramadhani, seorang pramugari berusia 32 tahun, membawa level perhatian orang tua ke tingkat yang benar-benar berbeda. Melalui unggahan di media sosialnya, Fatia membagikan momen saat dirinya harus menjalani ritual ruqyah hingga mandi besar pada jam 2 subuh—sebuah ikhtiar dari keluarganya agar ia segera dipertemukan dengan jodoh.
Alih-alih merasa tertekan oleh stigma “perawan tua”, wanita yang akrab disapa Tia ini justru melihat tindakan ekstrem keluarganya sebagai sebuah bentuk privilege atau hak istimewa. Baginya, di tengah ekonomi yang sulit dan dunia yang semakin individualis, memiliki keluarga yang masih begitu peduli terhadap masa depannya adalah berkah yang patut disyukuri.
Ritual Spiritual di Jam yang Tak Lazim
Kisah ini bermula saat akun Instagram @fatia_rj mengunggah video yang memperlihatkan dirinya tengah menjalani proses ruqyah. Yang menarik perhatian netizen bukan hanya ritualnya, melainkan waktu pelaksanaannya yang dilakukan saat sepertiga malam terakhir. Tia menceritakan bahwa orang tuanya merasa khawatir jika ada hambatan spiritual yang membuat putrinya sulit menemukan pasangan hidup.
“In this economy, di umur 30-an punya keluarga yang masih mikirin anak perempuan enggak nikah-nikah sampai diruqyah dan mandi jam 2 subuh. Itu juga privilege, kan?” tulis Tia dalam keterangan unggahannya yang langsung memicu gelombang diskusi di jagat maya.
Antara Khawatir dan Selera yang ‘Picky’
Saat dikonfirmasi secara eksklusif, Tia yang sehari-harinya disibukkan dengan jadwal terbang sebagai pramugari di Jakarta, mengungkapkan bahwa aksi tersebut murni didasari oleh rasa sayang orang tuanya. Mereka menduga ada faktor luar atau “aura yang tertutup” yang menyebabkan Tia masih melajang.
“Orang tua mengira aura aku ditutup orang, padahal sebenarnya memang aku yang cukup selektif atau picky dalam memilih pasangan,” ungkap Tia sambil tertawa. Ia mengaku tidak merasa tegang selama proses ruqyah berlangsung. Sebaliknya, ia harus menahan tawa karena merasa situasi tersebut sangat menggelitik dan unik.
Respon Netizen: Menangis Jomblo Lebih Baik
Video tersebut telah ditonton lebih dari 357 ribu kali dan menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang merasa senasib, sementara yang lain memuji kesabaran Tia dalam menuruti kemauan orang tuanya demi menjaga perasaan mereka.
“Privilege banget. Menangis karena jomblo lebih baik ketimbang menangis karena suami yang bermasalah,” komentar salah satu pengguna Instagram. Ada pula netizen lain yang menceritakan pengalaman serupa, mulai dari disuruh mandi kembang hingga dibelikan hewan kurban sebagai syarat spiritual agar cepat enteng jodoh.
Pesan di Balik Bakti pada Orang Tua
Meski bagi sebagian orang ritual tersebut terdengar berlebihan, bagi Tia, kepatuhannya adalah bentuk penghormatan. Ia memilih untuk tetap menjalani mandi malam dan ruqyah tersebut dengan lapang dada semata-mata untuk menenangkan hati ayah dan ibunya.
“Namanya juga saran orang tua, kita ikuti saja biar mereka bahagia,” pungkasnya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kasih sayang keluarga seringkali hadir dalam bentuk yang tidak terduga, bahkan terkadang lewat ritual di jam 2 subuh yang penuh kehangatan sekaligus gelak tawa.