Fatal! Sebar Hoaks Ayah Lionel Messi Meninggal, Presenter Argentina Ini Mundur Usai Dikecam Presiden
Jumat, 19 Jun 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah blunder fatal di dunia penyiaran baru-baru ini mengguncang publik Argentina dan para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Florencia Pena, seorang pembawa acara ternama di stasiun televisi Luzu TV, mendadak menjadi pusat kecaman nasional setelah menyebarkan berita bohong terkait kematian ayah sang megabintang, Lionel Messi, saat siaran langsung berlangsung.
Insiden memalukan ini terjadi pada Kamis (18/6/2026) dalam program bertajuk El Show del Verano. Di tengah euforia gelaran Piala Dunia 2026, Pena dengan nada serius menyampaikan narasi yang menyayat hati namun tanpa validasi yang jelas. Ia mengklaim bahwa Jorge Messi, ayah dari kapten Timnas Argentina tersebut, telah tutup usia dan memaksa sang pemain untuk segera meninggalkan pemusatan latihan.
Narasi Palsu yang Memicu Kegaduhan
“Saya sebenarnya sangat berat menyampaikan kabar buruk ini, tetapi ayah Messi baru saja meninggal dunia. Di tengah momen krusial Piala Dunia, Messi terpaksa harus pulang,” ujar Pena di depan kamera, sebagaimana dikutip dari laporan The Sun. Pernyataan tersebut seketika memicu gelombang kepanikan di media sosial dan menjadi topik utama di berbagai kanal berita hoaks yang menyebar cepat sebelum akhirnya fakta sebenarnya terungkap.
Pihak keluarga Messi tidak tinggal diam melihat simpang siur informasi yang mengusik privasi mereka. Jorge Messi, pria berusia 68 tahun tersebut, dikonfirmasi masih hidup meskipun memang benar ia sedang menjalani perawatan medis. Melalui pernyataan resmi via ESPN, keluarga menegaskan bahwa Jorge menunjukkan progres kesehatan yang positif.
“Melihat berbagai versi rumor yang beredar, kami ingin menyatakan kekecewaan yang sangat mendalam atas kurangnya sensitivitas, rasa hormat, dan moral dari pihak-pihak tertentu dalam menyikapi masalah pribadi keluarga kami,” tulis pernyataan resmi keluarga besar Messi.
Kecaman Keras dari Presiden Javier Milei
Skandal ini rupanya sampai ke telinga orang nomor satu di Argentina. Presiden Javier Milei secara terbuka meluapkan amarahnya melalui platform X. Tanpa basa-basi, Milei melabeli stasiun televisi tersebut dengan sebutan “Perusahaan Sampah”.
“Pernyataan yang mengerikan dan tidak bermoral oleh Florencia Pena menunjukkan betapa bahayanya rasa impunitas bagi mereka yang memegang mikrofon tanpa etika verifikasi. Ini adalah tindakan yang menginjak-injak kehidupan pribadi warga negara dan melanggar prinsip dasar kemanusiaan serta kejujuran,” tegas Milei dalam unggahannya yang viral.
Permintaan Maaf dan Keputusan Mundur
Sadar bahwa posisinya sudah terdesak dan integritasnya hancur, Florencia Pena akhirnya muncul untuk memberikan klarifikasi. Melalui unggahan di Instagram Story, wanita berusia 51 tahun ini berdalih bahwa dirinya hanya menyampaikan informasi yang diberikan oleh tim produksi secara instan saat siaran berlangsung.
“Saya merasa perlu mengklarifikasi bahwa informasi palsu ini diberikan kepada saya seolah-olah sudah diverifikasi oleh tim produksi, dan saya memercayainya begitu saja,” tulis Pena. Namun, pembelaan tersebut tidak cukup untuk meredam kemarahan publik Timnas Argentina.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Pena akhirnya memutuskan untuk meletakkan jabatannya sebagai host di Luzu TV. Ia mengaku sangat malu telah menjadi perantara rasa sakit bagi keluarga Messi, terutama di tengah emosionalnya laga Piala Dunia di mana Messi baru saja mencetak hat-trick melawan Aljazair.
“Saya meminta maaf dari lubuk hati terdalam kepada keluarga Messi. Saya merasa malu dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kesalahan ini. Itulah sebabnya, saya memutuskan untuk mundur dan mengakhiri partisipasi saya di Luzu TV,” tutupnya dengan nada penuh penyesalan.