Babak Baru Konflik Evan Marvino dan Tami Nitami, Pengacara Ingatkan Satu Hal Penting Ini
Rabu, 17 Jun 2026 23:04 WIB
Kabarmalam.com — Gelombang kabar tak sedap tengah menerjang bahtera rumah tangga pasangan selebritas Evan Marvino dan Uffridatun Nitami. Selebgram asal Aceh yang akrab disapa Tami ini mendadak menjadi pusat perhatian publik setelah secara mengejutkan mengungkap adanya dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta isu perselingkuhan yang menyeret nama sang suami.
Di tengah peliknya prahara yang tengah dihadapi, Tami diketahui telah mengambil langkah serius dengan berkonsultasi kepada pengacara ternama, Ana Sofa Yuking. Dalam pertemuan yang berlangsung di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/6/2026), sang kuasa hukum memberikan sejumlah catatan penting yang harus direnungkan oleh Tami sebelum melangkah lebih jauh ke ranah hukum.
Prioritas Utama: Kesehatan Mental Anak
Ana Sofa Yuking menekankan bahwa keselamatan mental dan lingkungan tumbuh kembang anak-anak harus menjadi prioritas di atas segalanya. Konflik orang dewasa, menurutnya, tidak boleh mengorbankan masa depan buah hati yang masih membutuhkan suasana rumah yang tenang.
“Saya sampaikan ke Tami bahwa sebagai istri dan ibu, apa pun keputusan hukum yang akan diambil nanti, pastikan anak-anak tetap berada dalam lingkungan yang sehat,” tutur Ana saat memberikan keterangan kepada awak media. Ia menyadari bahwa emosi di tengah konflik rumah tangga seringkali meluap, namun kepentingan anak tidak boleh dikesampingkan.
Menghindari Huru-Hara Publik
Lebih lanjut, Ana memberikan saran bijak agar konflik ini tidak berujung pada keributan yang berlarut-larut di ruang publik. Ia mendorong adanya penyelesaian secara kekeluargaan jika masih memungkinkan. Baginya, menjaga martabat keluarga di tengah proses hukum adalah hal yang sangat krusial.
“Saya kemarin ingatkan Tami supaya tidak ada huru-hara. Kalau bisa diselesaikan baik-baik secara kekeluargaan. Kalau memang harus perceraian, bercerailah dengan baik-baik pula. Anak tidak perlu diperebutkan. Pastikan juga mereka tetap punya ruang tumbuh yang sehat,” ungkap Ana dengan nada tegas.
Hak Melapor Tetap Terbuka
Meski mengedepankan perdamaian dan jalur kekeluargaan, Ana tidak menutup pintu bagi kliennya untuk mencari keadilan secara formal. Baginya, melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian adalah hak mutlak Tami sebagai warga negara yang merasa dirugikan dan menjadi korban.
“Kalau misalnya pun dia mau melaporkan ke polisi juga, itu haknya Tami. Tapi tentu langkah itu harus betul-betul ditimbang dengan baik dan dipikirkan dampaknya secara matang,” pungkasnya. Hingga kini, publik masih menanti langkah apa yang akan diambil oleh Tami selanjutnya dalam menghadapi persoalan ini.