Ikuti Kami
kabarmalam.com

Hobi WFC Berjam-jam? Waspadai Risiko Saraf Kejepit dan Simak Tips Pencegahannya dari Ahli

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 07 Jun 2026 11:34 WIB
Hobi WFC Berjam-jam? Waspadai Risiko Saraf Kejepit dan Simak Tips Pencegahannya dari Ahli

Kabarmalam.com — Tren bekerja dari kafe atau yang populer dengan istilah Work From Cafe (WFC) kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern. Menikmati aroma kopi yang menenangkan, alunan musik yang estetik, hingga suasana yang dinamis memang memberikan kebebasan tersendiri. Namun, di balik kenyamanan visual tersebut, tersimpan ancaman serius bagi kesehatan tulang belakang yang sering kali terabaikan oleh para pekerja digital.

Risiko kesehatan yang paling nyata mengintai adalah saraf kejepit, sebuah kondisi medis yang dipicu oleh posisi duduk yang tidak ideal dalam durasi yang lama. Dokter spesialis bedah saraf dari Lamina Hospital, dr. Victorio, SpBS—atau yang akrab disapa dr. Rio—menjelaskan bahwa furnitur di sebagian besar kafe dirancang untuk estetika dan kenyamanan singkat pelanggan, bukan sebagai stasiun kerja ergonomis untuk penggunaan laptop selama berjam-jam.

Baca Juga  Langkah Visioner Siloam Hospitals Gandeng ICON, Perkuat Posisi Indonesia dalam Peta Riset Medis Global

Ancaman HNP dan Masalah Postur Tubuh

Menurut dr. Rio, kebiasaan postur tubuh yang buruk saat bekerja di kafe dapat menjadi pemicu utama ketegangan otot kronis. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berkembang menjadi Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau yang umum dikenal sebagai saraf kejepit. Ketidaksesuaian antara tinggi meja dan kursi sering kali memaksa tubuh membungkuk, yang memberikan beban berlebih pada bantalan tulang belakang.

Idealnya, kursi yang digunakan untuk bekerja haruslah yang ergonomis karena mampu menyangga lekuk alami tubuh dengan sempurna. Sayangnya, menemukan kursi jenis ini di kedai kopi favorit tentu bukan perkara mudah. Meski demikian, dr. Rio memberikan beberapa siasat cerdik bagi para penikmat WFC agar tetap produktif tanpa mengorbankan kesehatan saraf mereka.

Tips Mengakali Kursi Kafe Demi Kesehatan Tulang Belakang

Dalam sebuah diskusi di Lamina Hospitals, Jakarta Selatan, dr. Rio membagikan dua langkah praktis yang bisa dilakukan:

  • Pilih Kursi yang Padat: Jika memungkinkan, pilihlah kursi yang memiliki dasar yang tidak terlalu empuk. Dasar kursi yang cukup keras justru lebih baik dalam menopang beban tubuh agar tulang belakang tidak terbebani secara berlebihan.
  • Ritual Relaksasi Berkala: Jangan duduk terpaku pada layar laptop terlalu lama. “Setiap satu sampai dua jam sekali, kita harus berdiri dan melakukan relaksasi untuk otot serta sendi. Langkah ini penting agar saraf tidak ‘kaget’ akibat tekanan yang konstan,” saran dr. Rio.
Baca Juga  Sains dan AI Jadi Ujung Tombak Danone dalam Transformasi Kesehatan Nasional

Mengenali Gejala: Kapan Harus Waspada?

Penting bagi pekerja untuk membedakan antara nyeri pinggang biasa dengan gejala saraf kejepit yang serius. Dr. Rio menjelaskan adanya kondisi yang disebut axial pain, yakni nyeri yang hanya berpusat pada satu area, seperti leher atau punggung bawah, tanpa menjalar ke area lain. Kondisi ini biasanya masih tergolong ringan.

Namun, kewaspadaan harus ditingkatkan jika muncul radicular pain. Ini adalah rasa nyeri yang mulai menjalar dari pinggang menuju paha, lutut, hingga telapak kaki. Sensasi nyeri yang menjalar ini merupakan ‘bendera merah’ atau tanda bahaya yang mengindikasikan adanya gangguan pada saraf.

“Jika pekerja sudah merasakan nyeri pinggang yang merambat sampai ke kaki, itu sudah masuk kategori red flag yang harus segera dikonsultasikan dengan dokter spesialis,” tegasnya. Dengan menjaga kesadaran akan postur tubuh, diharapkan tren WFC tetap bisa dijalani dengan nyaman tanpa harus berakhir di ruang terapi bedah saraf.

Baca Juga  Rahasia Panjang Umur: 4 Kebiasaan Krusial Pencegah Kematian Dini yang Kerap Diabaikan
Tentang Penulis
Wahid
Wahid