Kisah Pilu Nur Rohmah, Eks ART Erin yang Berjuang Melawan Trauma Psikologis Akibat Tekanan Kerja
Sabtu, 06 Jun 2026 12:04 WIB
Kabarmalam.com — Babak baru perselisihan antara Nur Rohmah, mantan asisten rumah tangga (ART), dengan mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin, kian menyita perhatian publik. Bukan sekadar persoalan pekerjaan biasa, Nur Rohmah kini harus berhadapan dengan luka batin yang mendalam. Pada Jumat (5/6/2026), Nur didampingi kuasa hukumnya menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk menindaklanjuti laporannya, meski proses pemeriksaan harus sedikit tertunda.
Langkah Hukum yang Tertunda
Kehadiran Nur Rohmah di kantor polisi sedianya bertujuan untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait polemik yang dialaminya selama bekerja di kediaman Erin. Namun, Basuki selaku kuasa hukum menjelaskan bahwa penyidik yang menangani kasus hukum tersebut sedang tidak bertugas atau lepas dinas.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian. Karena penyidik yang bersangkutan sedang libur, pemeriksaan dijadwalkan ulang pada Selasa depan pukul 13.00 WIB,” ujar Basuki saat ditemui di lokasi. Meskipun pemeriksaan tertunda, pihak Nur Rohmah menegaskan kesiapan mereka untuk kooperatif dalam menjalani proses hukum ini hingga tuntas.
Dampak Psikis yang Merembet ke Fisik
Yang paling memprihatinkan dari kasus ini bukanlah sekadar sengketa antara majikan dan pekerja, melainkan kondisi kesehatan mental Nur Rohmah. Basuki mengungkapkan bahwa kliennya baru saja menjalani serangkaian tes di rumah sakit untuk membedah kondisi psikologisnya. Hasil sementara menunjukkan adanya indikasi kuat tekanan psikologis yang cukup berat.
“Tekanan yang dialami Teh Nur selama bekerja ternyata sudah masuk ke tahap somatisasi, di mana masalah mental bermanifestasi menjadi keluhan fisik. Beliau sering merasa mual, pusing, hingga sesak napas,” jelas Basuki lebih lanjut. Hasil tertulis dari pemeriksaan psikologis tersebut dijadwalkan akan keluar pada Senin mendatang dan akan menjadi bukti tambahan yang krusial bagi pihak pelapor.
Rasa Takut yang Membelenggu
Saat memberikan pernyataan kepada awak media, Nur Rohmah tampak masih menyimpan kecemasan. Ia mengakui bahwa rasa tidak nyaman tersebut sudah dirasakannya sejak masih aktif bekerja di rumah Erin. Ketika ditanya mengapa ia tidak mengeluhkan kondisinya saat itu, Nur mengaku tidak memiliki keberanian sama sekali.
“Sama sekali tidak berani mengadu. Saya merasa sangat tertekan di sana,” ungkap Nur dengan nada lirih. Rasa trauma tersebut bahkan membuatnya sempat merasa panik dan takut saat harus berurusan dengan pihak kepolisian pada awalnya. Ia merasa terintimidasi oleh situasi yang dialaminya, yang memicu rasa cemas berlebihan dan gangguan panik.
Menanti Keadilan dan Pemulihan
Kini, fokus utama Nur Rohmah adalah memulihkan kondisi kesehatannya sembari menanti keadilan. Meski mengaku kondisinya sudah sedikit lebih tenang dibandingkan saat baru pertama kali kabur, sisa-sisa trauma seperti sakit kepala masih sering muncul secara tiba-tiba. Pihak kuasa hukum berharap hasil pemeriksaan psikologi nantinya bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik dinding rumah mewah tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi publik mengenai pentingnya kesehatan mental dalam lingkungan kerja, termasuk bagi para pekerja domestik yang seringkali berada dalam posisi rentan. Kabarmalam.com akan terus mengawal perkembangan berita selebriti dan masalah sosial ini hingga menemukan titik terang.