Serangan Fitnah Oplas Rossa Diduga Terorganisir, Manajemen Endus Keterlibatan Kompetitor
Senin, 13 Apr 2026 20:35 WIB
Kabarmalam.com — Eksistensi Rossa di panggung musik Indonesia tampaknya tak hanya menuai decak kagum, namun juga mengundang riak-riak kecemburuan dari pihak tertentu. Belakangan ini, sang pelantun ‘Tegar’ tersebut didera badai tuduhan miring mengenai isu operasi plastik yang dianggap gagal. Namun, alih-alih sekadar gosip belaka, manajemen Rossa mencium adanya skenario besar yang sengaja dirancang untuk menjatuhkan reputasi sang diva.
Tim hukum Rossa mengungkapkan indikasi kuat bahwa narasi negatif yang beredar di jagat maya tidak muncul secara organik. Melalui pengamatan mendalam, ditemukan pola yang identik dalam penyebaran konten tersebut, mulai dari penggunaan kalimat yang seragam hingga waktu unggahan yang berdekatan di berbagai platform media sosial.
Dugaan Sabotase dari Pihak Kompetitor
Kuasa hukum manajemen Rossa, Natalia Rusli, menyatakan bahwa serangan ini diduga kuat digerakkan oleh pihak-pihak yang merasa terancam dengan posisi Rossa yang tetap stabil di puncak popularitas. Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026), Natalia memaparkan temuannya.
“Dari hasil pantauan kami, gerakan ini terlihat sangat terkoordinasi. Saya menduga ada keterlibatan kompetitor yang mungkin merasa tidak nyaman dengan keberadaan Mbak Rossa yang terus eksis hingga saat ini,” ungkap Natalia. Ia menambahkan bahwa indikasi ini terlihat dari penggunaan ‘template’ kata-kata yang hampir sama pada setiap fitnah media sosial yang dilayangkan kepada kliennya.
Pola Serangan yang Terstruktur
Selain kesamaan narasi, tim manajemen juga mendeteksi keterlibatan sejumlah akun media tertentu yang memiliki rekam jejak kurang baik dalam memproduksi konten provokatif. Akun-akun ini disinyalir sengaja digunakan sebagai instrumen untuk menggiring opini publik secara negatif.
“Narasumber atau pembicara yang muncul di media-media tersebut memang sudah terbiasa melontarkan pernyataan yang bertujuan menjatuhkan kehormatan dan harga diri seseorang,” tegas Natalia Rusli. Hal ini memperkuat dugaan bahwa isu operasi plastik tersebut hanyalah pintu masuk untuk serangan yang lebih besar.
Upaya Penurunan Nilai Jual Sang Diva
Juru Bicara Manajemen Rossa, M. Ikhsan Tualeka, turut menyuarakan keresahannya. Ia menegaskan bahwa masifnya serangan ini bukan sekadar urusan estetika wajah, melainkan upaya sistematis untuk melakukan downgrade terhadap nilai jual Rossa sebagai seorang penghibur papan atas di Tanah Air.
“Langkah hukum berupa somasi yang kami layangkan hari ini adalah bentuk ketegasan. Kami melihat ada upaya sistematis untuk merusak reputasi beliau sebagai pesohor. Kami telah melakukan tracking; misalnya akun A memposting konten diskredit, dan setelah ditelusuri, unggahan-unggahan sebelumnya memiliki nada kebencian yang serupa,” pungkas Ikhsan.
Dengan bukti-bukti yang telah dikantongi, pihak manajemen berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini melalui jalur hukum guna memberikan efek jera kepada para oknum yang berusaha merusak reputasi publik sang artis melalui penyebaran berita bohong.