Ikuti Kami
kabarmalam.com

Ancaman El Nino ‘Super’ 2026: Mengapa Fenomena Kali Ini Bisa Menjadi yang Terparah Sepanjang Sejarah?

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 30 Apr 2026 05:34 WIB
Ancaman El Nino 'Super' 2026: Mengapa Fenomena Kali Ini Bisa Menjadi yang Terparah Sepanjang Sejarah?

Kabarmalam.com — Mata dunia kini tengah tertuju pada dinamika suhu di Samudra Pasifik yang menunjukkan sinyal-sinyal mengkhawatirkan. Para ilmuwan dan pengamat iklim internasional memberikan peringatan serius mengenai potensi kemunculan fenomena El Nino ‘Super’ pada tahun 2026 mendatang. Bukan sekadar perubahan cuaca biasa, fenomena ini diprediksi bakal memicu lonjakan suhu global yang mampu menembus rekor-rekor panas sebelumnya.

Meski saat ini masih dalam tahap pengamatan awal, pemodelan data menunjukkan indikasi kuat bahwa tahun 2026 akan menjadi saksi sejarah bagi salah satu anomali cuaca paling ekstrem yang pernah tercatat. Kondisi ini menjadi kian kompleks karena berbenturan dengan krisis iklim akibat aktivitas manusia yang terus memanaskan bumi. Sinergi negatif ini berisiko mendorong suhu rata-rata global melampaui ambang kritis 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.

Potensi Lonjakan Suhu yang Mengejutkan

Sejumlah model prakiraan cuaca bahkan menunjukkan skenario yang lebih drastis, di mana anomali suhu permukaan laut bisa melampaui ambang 2 derajat Celsius. Jika ini terjadi, maka ini akan menjadi kali pertama dalam sejarah pencatatan modern dunia mengalami lonjakan sedalam itu. Marc Alessi, seorang peneliti dari Union of Concerned Scientist, mengungkapkan bahwa meski sebagian besar model tetap berada di bawah angka 2 derajat, adanya peluang sekecil apa pun untuk mencapai titik tersebut adalah sesuatu yang sangat mengejutkan bagi komunitas sains.

Baca Juga  Waspada! Badan Gizi Nasional Coret Daftar Menu Ini dari Program Makan Bergizi Gratis karena Berisiko Keracunan

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan El Nino ‘Super’? Secara teknis, ini adalah istilah yang disematkan pada fenomena El Nino yang luar biasa kuat, di mana suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Pasifik tropis meningkat lebih dari 2 derajat Celsius di atas rata-rata normal. Fenomena langka ini tercatat hanya terjadi beberapa kali sejak tahun 1950, dan hanya satu kali suhu pernah melonjak hingga 2,5 derajat Celsius.

Transisi Cepat dari La Nina ke El Nino

Berdasarkan laporan terbaru dari US Climate Prediction Center, kondisi atmosfer bumi saat ini sedang bertransisi dari fase La Nina menuju pola netral. Namun, pergerakan ini diprediksi tidak akan bertahan lama karena model-model iklim mengisyaratkan lonjakan cepat menuju El Nino. International Research Institute for Climate and Society di Columbia University bahkan memberikan probabilitas sebesar 70 persen bahwa fenomena ini akan mulai berkembang pada Juni 2026, dengan peluang keberlanjutan hingga akhir tahun mencapai 94 persen.

Baca Juga  Mengenal Karoshi: Fenomena Maut Akibat Kerja Berlebihan yang Kini Menjadi Krisis Global

Met Office Inggris juga mengeluarkan pernyataan senada dengan tingkat keyakinan yang tinggi. Mereka memperingatkan bahwa kita mungkin sedang menghadapi El Nino terkuat di abad ini. Perubahan ini tentu akan berdampak langsung pada tatanan cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.

Dampak Global: Dari Kekeringan Hingga Badai Ganas

Efek dari El Nino ‘Super’ tidaklah seragam, namun hampir selalu bersifat destruktif. Di wilayah Australia, India, sebagian Amerika Selatan, serta Afrika bagian Selatan dan Tengah, fenomena ini biasanya membawa gelombang panas yang mencekik dan kekeringan berkepanjangan. Hutan Amazon pun berada dalam ancaman kebakaran hebat jika curah hujan menurun drastis.

Sebaliknya, wilayah lain justru akan menghadapi risiko banjir bandang. Curah hujan ekstrem diprediksi akan melanda bagian selatan Amerika Serikat, sebagian wilayah Timur Tengah, hingga Asia Selatan-Tengah. Tidak hanya itu, El Nino juga akan mengacaukan pola badai dunia, menekan aktivitas badai di Atlantik namun secara bersamaan memicu lahirnya badai tropis yang jauh lebih kuat di Samudra Pasifik.

Baca Juga  Kisah Pilu Pria Surabaya Berjuang Melawan Kanker Ginjal di Usia Muda: Awalnya Dikira Nyeri Perut Biasa

Sebagai pengingat, El Nino ‘Super’ yang terjadi pada 2015 silam telah memberikan pelajaran pahit bagi dunia. Kala itu, Ethiopia dilanda kekeringan parah, Puerto Rico mengalami krisis air bersih, dan Pasifik tengah-utara dihantam oleh musim hurikan yang sangat ganas. Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa setiap kejadian pemanasan global melalui El Nino memiliki karakteristik unik yang sulit ditebak sepenuhnya. Kesiapsiagaan global menjadi satu-satunya kunci untuk menghadapi ketidakpastian iklim di tahun 2026 nanti.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid