Perjuangan Song Min-ho WINNER Melawan Bipolar di Tengah Kemelut Hukum Wajib Militer
Senin, 27 Apr 2026 05:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar mengejutkan datang dari jagat hiburan Korea Selatan, di mana personil grup WINNER, Song Min-ho atau yang populer dengan nama panggung Mino, kini tengah terhimpit persoalan hukum serius. Di balik gemerlap panggung K-Pop yang membesarkan namanya, terselip narasi pilu mengenai kesehatan mental yang kembali mencuat ke permukaan seiring dengan bergulirnya kasus dugaan pelanggaran wajib militer yang ia hadapi.
Mino dilaporkan mangkir dari tugasnya sebagai petugas layanan sipil selama total 102 hari. Dalam persidangan perdana yang menyita perhatian publik tersebut, jaksa penuntut umum melayangkan tuntutan hukuman penjara selama 18 bulan. Meski Mino secara tegas menyatakan bahwa kelalaian tersebut bukan semata-mata karena kondisi psikisnya, publik tak bisa tidak mengaitkan situasi ini dengan pengakuan jujurnya beberapa waktu lalu mengenai perjuangannya melawan gangguan bipolar dan gangguan panik.
Sisi Kelam di Balik Senyum Sang Idol
Pada tahun 2022, dalam sebuah tayangan televisi yang emosional, Mino membuka tabir kehidupan pribadinya yang selama ini tertutup rapat. Ia mengungkapkan bahwa diagnosis gangguan bipolar dan panik sebenarnya sudah ia kantongi sejak tahun 2017. Pengakuan ini mematahkan persepsi publik yang selalu melihatnya sebagai sosok yang penuh energi dan ceria di depan kamera.
“Saat itulah saya mulai mencari bantuan profesional. Diagnosis gangguan panik dan bipolar mengharuskan saya menjalani perawatan intensif serta mengonsumsi obat-obatan,” kenang Mino dalam wawancaranya. Ia menggambarkan betapa menyesakkan hidup dalam balutan popularitas. “Dunia terasa sangat tragis setiap kali kamera berhenti merekam. Saya sering menangis sendirian di pojok ruangan saat jeda syuting, lalu harus segera menghapus air mata dan kembali berakting seolah semua baik-baik saja,” tambahnya dengan nada getir.
Memahami Lebih Dalam Mengenai Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar, seperti yang dialami oleh Mino, bukanlah sekadar perubahan suasana hati biasa. Berdasarkan tinjauan medis yang dihimpun dari berbagai sumber kesehatan mental, kondisi ini merupakan gangguan psikis yang ditandai dengan fluktuasi suasana hati yang sangat ekstrem. Penderitanya bisa berada di titik terendah (depresi) atau melonjak ke titik tertinggi yang disebut mania atau hipomania.
Saat fase depresi menyerang, seseorang akan merasa hampa, putus asa, hingga kehilangan minat pada segala hal yang biasanya disukai. Sebaliknya, saat memasuki fase mania, energi akan melonjak drastis, muncul rasa euforia yang berlebihan, hingga perilaku impulsif yang sulit dikendalikan. Perubahan drastis ini jelas berdampak langsung pada pola tidur, kemampuan berpikir jernih, hingga penilaian terhadap realita di sekitar.
Mengapa Gangguan Ini Bisa Terjadi?
Hingga saat ini, para ahli terus meneliti penyebab pasti dari bipolar disorder. Namun, setidaknya ada dua faktor utama yang diyakini menjadi pemicu kuat:
- Anatomi dan Biologi Otak: Penelitian menunjukkan adanya perubahan fisik yang nyata pada struktur otak penderita gangguan bipolar. Meski mekanismenya masih terus dipelajari, perubahan ini diyakini memengaruhi cara otak mengelola emosi.
- Faktor Genetika: Riwayat keluarga memegang peranan krusial. Seseorang memiliki risiko lebih tinggi jika orang tua atau saudara kandungnya memiliki riwayat gangguan serupa. Para ilmuwan kini tengah berupaya memetakan gen spesifik yang bertanggung jawab atas kondisi ini.
Selain faktor internal, pemicu eksternal seperti tingkat stres yang kronis, peristiwa traumatis yang mendalam, hingga penyalahgunaan zat tertentu juga dapat memperparah kondisi seseorang yang sudah memiliki bakat genetik bipolar. Kasus yang dialami Song Min-ho menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik kesuksesan finansial dan popularitas, isu kesehatan mental tetaplah sebuah perjuangan nyata yang membutuhkan penanganan medis dan empati dari lingkungan sekitar.